HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Pingpong League Siapkan Liga Tenis Meja Elite Mulai 2027, Libatkan 10 Klub dan Wajibkan Pemain Asing

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Pingpong League Siapkan Liga Tenis Meja Elite Mulai 2027, Libatkan 10 Klub dan Wajibkan Pemain Asing
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Cabang olahraga tenis meja. (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia/PTMSI) (ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Indonesia Pingpong League (IPL) menyiapkan kompetisi tenis meja divisi elite yang ditargetkan mulai bergulir pada 2027 dengan melibatkan 10 klub, mewajibkan kehadiran pemain asing, serta menerapkan sistem promosi dan degradasi untuk meningkatkan prestasi atlet nasional.

Sekretaris Jenderal IPL Yon Mardiyono mengatakan pembentukan liga elite merupakan bagian dari pembenahan sistem kompetisi dan pembinaan tenis meja di Indonesia.

"Liga elite ini akan membuat ekosistem tenis meja kita akan lebih hidup lagi," kata Yon saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Kompetisi tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan 10 penyelenggaraan pertandingan sepanjang tahun.

IPL juga akan menerapkan sistem pencatatan poin dan peringkat atlet untuk memantau perkembangan prestasi sekaligus mempersiapkan persaingan di tingkat internasional.

Liga Tenis Meja Elite Ditargetkan Diikuti 10 Klub

Yon menjelaskan bahwa liga elite IPL pada 2027 ditargetkan melibatkan 10 klub tenis meja.

Setiap klub yang menjadi peserta diwajibkan memiliki pemain asing untuk meningkatkan kualitas persaingan.

Kehadiran pemain asing diharapkan dapat memberikan pengalaman bertanding yang lebih beragam bagi atlet nasional.

Selain memenuhi persyaratan pemain, setiap klub peserta juga harus bersedia menjadi tuan rumah pertandingan.

Dengan ketentuan tersebut, IPL merencanakan 10 penyelenggaraan pertandingan dalam satu tahun kompetisi.

"Jadi ada 10 pertandingan atau event dalam satu tahun sehingga rata-rata setiap satu bulan lebih itu akan ada pertandingan," katanya.

Format tersebut dirancang agar para atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara rutin sepanjang musim.

IPL Terapkan Sistem Poin dan Peringkat Atlet

Selain memperbanyak pertandingan, IPL akan membangun basis data poin dan peringkat atlet berdasarkan hasil kompetisi.

Data tersebut akan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan prestasi pemain dalam setiap pertandingan.

Yon mengatakan sistem tersebut diperlukan untuk memantau kemampuan atlet yang mengikuti rangkaian kompetisi selama satu tahun.

Melalui pencatatan tersebut, perkembangan prestasi setiap atlet dapat dievaluasi berdasarkan hasil pertandingan.

IPL berharap kompetisi yang berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi atlet untuk berlatih dan memperbaiki kemampuan.

Sistem poin dan peringkat itu juga disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan atlet menghadapi persaingan internasional.

Liga Elite Gunakan Sistem Promosi dan Degradasi

Yon menjelaskan bahwa kompetisi elite IPL tidak hanya akan melibatkan klub-klub di divisi tertinggi.

Penyelenggara juga berencana menggelar kompetisi divisi dua secara bersamaan.

Kehadiran dua tingkat kompetisi tersebut memungkinkan penerapan sistem promosi dan degradasi.

Melalui sistem itu, klub-klub akan bersaing untuk mempertahankan posisi atau mendapatkan kesempatan naik ke divisi elite.

IPL menilai pembenahan struktur liga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem tenis meja nasional.

IPL Targetkan Peningkatan Prestasi Tenis Meja Indonesia

Pembentukan liga elite menjadi salah satu langkah IPL untuk memperbaiki pola kompetisi tenis meja di Indonesia.

Yon menilai kesempatan bertanding secara rutin memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan atlet.

Menurut dia, kompetisi yang berkesinambungan dapat memberikan pengalaman langsung kepada atlet dalam menghadapi berbagai karakter permainan.

"Kami percaya bahwa latihan terbaik untuk meningkatkan prestasi atlet adalah di pertandingan atau kompetisi," katanya.

IPL berharap penyelenggaraan liga elite mulai 2027 dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing tenis meja Indonesia di tingkat internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026