HOME  ⁄  Olahraga

102 Pembalap Berebut Gelar Juara Nasional di Final Mandalika Racing Series 2026, Persaingan Lima Kelas Memanas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

102 Pembalap Berebut Gelar Juara Nasional di Final Mandalika Racing Series 2026, Persaingan Lima Kelas Memanas
Foto: (Sumber :Pembalap ajang Pertamina Mandalika Racing Series putaran final di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11/2026). ANTARA/Akhyar Rosid.)

Pantau - Sebanyak 102 pembalap bersaing memperebutkan gelar juara nasional dalam putaran final Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 7-8 November 2026.

Persaingan pada seri pamungkas tersebut menjadi penentu gelar juara nasional setelah para pembalap melewati empat putaran sebelumnya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan putaran kelima menjadi momentum penentuan juara di sejumlah kelas kejuaraan nasional.

"Setelah melalui empat putaran, ajang MRS ini akan menentukan para juara nasional tahun ini di ronde terakhir, 7-8 November di Sirkuit Mandalika," kata Ananda di Lombok Tengah, Sabtu (7/11/2026).

Sebanyak empat kelas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dipertandingkan, yakni National Sport 150 (NS150) dengan 17 peserta, National Sport 250 (NS250) sebanyak 25 peserta, Supersport 600 (SS600) dengan enam peserta, serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC) yang diikuti 30 peserta.

Sementara itu, kelas pendukung terdiri atas Junior Sport 250 U-18 dan Underbone 150 dengan total peserta 24 pembalap.

Persaingan Klasemen NS250 hingga Underbone 150

Persaingan ketat terjadi di kelas National Sport 250 (NS250) yang mempertemukan Irfan Ardiansyah dari Honda NWN TUS Ilegal Racing Team dengan Candra H dari Yamaha Yamalube SCM Grup Aditama NHK STSJ RK RBT34 GDT Berau.

Irfan sementara memimpin klasemen dengan koleksi 182 poin, sedangkan Candra membuntuti di posisi kedua dengan 152 poin.

Di kelas Junior Sport 250 U-18, M. Abid Ashar Musyafa dari Yamaha Nitiracing Global Ondolomon Pikoli Dynavolt KYT memimpin klasemen dengan 145 poin.

Posisi kedua ditempati Ahmad Azel Savero dari Astra Motor Racing Team Kalimantan dengan raihan 136 poin.

Persaingan juga berlangsung ketat di kelas Underbone 150 yang dipimpin Fadli Rigani dari Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS Koizumi Trastar Cargloss dengan 157 poin.

Fadli mendapat tekanan dari Rendi Oding dari AS Tuan Muda PRK The Strokes 55 yang mengumpulkan 149 poin atau hanya terpaut delapan poin.

Sejumlah Pembalap Sudah Mengamankan Gelar Juara

Di kelas Supersport 600 (SS600), Herjun Atna Firdaus dari Astra Honda Racing Team berpeluang mengunci gelar juara umum pada balapan pertama putaran final.

Herjun mengoleksi 214 poin dan unggul 52 poin dari pesaing terdekatnya sehingga cukup finis di zona poin untuk mengamankan posisi puncak klasemen.

Sementara itu, gelar juara umum kelas National Sport 150 (NS150) telah dipastikan menjadi milik Fahmi Basam dari Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS Koizumi Trastar Cargloss sejak balapan kedua putaran keempat pada September 2026.

Fahmi mengoleksi 215 poin dan unggul 78 poin dari rekan satu timnya, Fadli Rigani, yang menempati posisi kedua.

Gelar pemuncak klasemen Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15 juga telah dikunci Resky YH dari Astra Motor Racing Team Yogyakarta dengan raihan 162 poin.

Resky unggul 51 poin dari rekan satu timnya, Bintang Pranata Sukma, yang mengumpulkan 111 poin.

Mandalika Racing Series Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda

Ananda Mikola mengatakan Pertamina Mandalika Racing Series tidak hanya menjadi ajang persaingan kecepatan, tetapi juga wadah pengembangan pembalap nasional.

"Bukan sekadar adu kencang bagi pembalap atau tim, namun Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi arena bergengsi dalam kultur balap Nasional," katanya.

Kelas pembinaan Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15 dan Junior Sport 250 U-18 menjadi ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan dan meniti karier ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

"Kami ingin para pembalap muda tidak hanya berkembang dari sisi kemampuan balap, tetapi juga memahami standar dan regulasi yang akan mereka hadapi ketika berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Melalui penyelenggaraan MRS 2026, MGPA berharap kompetisi balap nasional semakin berkembang sekaligus melahirkan pembalap muda yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026