
Pantau - Penerapan sistem penghitungan skor 3x15 dalam turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 mulai mengubah pola permainan pebulu tangkis muda menjadi lebih agresif, cepat, dan mengutamakan serangan dibandingkan reli panjang.
Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, mengatakan bahwa jumlah poin yang lebih sedikit membuat pemain merasa harus segera mengumpulkan angka sehingga meningkatkan tempo pertandingan sejak awal.
Menurut Yuni, sistem skor 3x15 yang dijadwalkan mulai diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 4 Januari 2027 memberikan tekanan psikologis lebih tinggi kepada pemain dibandingkan format 3x21.
Sistem Skor 3x15 Membuat Pemain Lebih Agresif
Yuni menjelaskan bahwa perubahan sistem penghitungan skor tersebut membuat pebulu tangkis muda cenderung menghindari reli panjang dan lebih memilih melakukan serangan cepat untuk memperoleh poin.
"Hasilnya, mainnya cepat banget, karena ternyata 15 membuat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika itu 21. Anak-anak hampir jarang main reli di sini, lebih banyak main mau nyerang, mundurin, mau nyepetin. Itu yang membuat durasinya apa? Jauh lebih cepat," kata Yuni kepada wartawan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
Meski demikian, mantan pemain tunggal putri Indonesia tersebut menilai perubahan pola permainan itu masih menjadi bagian dari proses adaptasi para atlet muda terhadap format pertandingan yang baru.
Yuni mengingatkan bahwa ketika sistem skor 3x21 pertama kali diperkenalkan, para pemain juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan strategi dan membiasakan diri memainkan reli panjang.
Ia berencana memantau perkembangan permainan para atlet selama dua hingga tiga bulan ke depan untuk mengetahui sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan sistem 3x15.
"Paniknya lho yang tinggi untuk terus mereka tuh akhirnya mau main cepat dan rasanya, 'Oh kalau 15, gue full speed terus aman nih, kayak tenagaku masih aman untuk poin 15'. Nah ini kita akan lihat nanti di dua-tiga bulan kayak apa," kata Yuni.
Ganda Putra PB Djarum Menang Hanya dalam 15 Menit
Dampak penerapan sistem skor 3x15 juga dirasakan pebulu tangkis muda PB Djarum, Muhammad Lutfhi Habibi, yang tampil pada nomor ganda putra bersama Muhammad Rizki Mubarrok.
Pasangan Muhammad Lutfhi Habibi/Muhammad Rizki Mubarrok berhasil mengalahkan wakil Power Rajawali Tangerang, Fadhlan Lailatul Qadri/Revan Sakha Raya, dalam pertandingan semifinal MilkLife Superliga Junior 2026.
Ganda putra PB Djarum tersebut meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 15-6 dan 15-7 hanya dalam waktu 15 menit.
Durasi pertandingan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana sistem skor 3x15 dapat membuat pertandingan berlangsung lebih singkat.
Lutfhi mengakui bahwa sistem penghitungan skor baru menuntut pemain memiliki fokus dan kesiapan lebih tinggi sejak awal pertandingan karena kesempatan mengejar ketertinggalan menjadi lebih terbatas.
Berbeda dengan sistem 3x21 yang masih memberikan ruang untuk membangun permainan secara bertahap, format 3x15 mengharuskan pemain langsung tampil maksimal sejak poin pertama.
"Dari faktor fokusnya kita lebih harus siap lagi, soalnya 15 kan cepat, ya, enggak beda dengan 21 yang bisa santai-santai dulu. Jadi, pas di 15 kita harus bener-bener start awalnya harus in, biar bisa ngejar kemenangan," kata Luthfi.
Adaptasi Mental dan Strategi Pemain Masih Dipantau
Penerapan sistem skor 3x15 dalam MilkLife Superliga Junior 2026 tidak hanya memengaruhi durasi pertandingan, tetapi juga mengubah strategi permainan dan kesiapan mental para atlet muda.
Dengan jumlah poin yang lebih sedikit, pemain dituntut mampu menjaga konsentrasi, mengurangi kesalahan, dan memanfaatkan peluang serangan sejak awal gim.
Yuni menilai perkembangan permainan para atlet masih perlu diamati dalam beberapa bulan mendatang untuk mengetahui apakah kecenderungan bermain cepat dan agresif akan terus bertahan seiring meningkatnya kemampuan adaptasi mereka.
Evaluasi tersebut juga akan memberikan gambaran mengenai kesiapan pebulu tangkis muda menghadapi perubahan sistem penghitungan skor dalam pertandingan bulu tangkis internasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick




