HOME  ⁄  Otomotif

KIA Indonesia Menyatakan Kendaraan Diesel Siap Menggunakan B50 Sambil Menunggu Kepastian Regulasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KIA Indonesia Menyatakan Kendaraan Diesel Siap Menggunakan B50 Sambil Menunggu Kepastian Regulasi
Foto: Ilustrasi: Logo KIA. (

Pantau - PT Kia Sales Indonesia (KSI) menyatakan kendaraan bermesin diesel yang dipasarkannya siap menggunakan bahan bakar B50, namun perusahaan masih menunggu kepastian regulasi dan spesifikasi bahan bakar yang akan diterapkan secara nasional.

VP Operations KSI Harry Yanto mengatakan pemerintah telah melakukan serangkaian pengujian terhadap berbagai model kendaraan di Indonesia dengan jarak tempuh hingga 50.000 kilometer sebelum penerapan B50.

Ia mengatakan, "Pengujian itu dilakukan secara komprehensif, termasuk uji performa pada suhu rendah sekitar 5 derajat Celsius untuk memastikan karakteristik bahan bakar tetap stabil dan tidak mengalami pembekuan."

KIA Jelaskan Komposisi dan Keunggulan B50

Harry menjelaskan banyak konsumen belum memahami komposisi B50 karena bahan bakar tersebut tidak sepenuhnya terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit.

Ia mengungkapkan formulasi B50 memadukan sekitar 35 persen fatty acid methyl ester (FAME) berbasis kelapa sawit, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan sisanya merupakan solar fosil.

Harry mengatakan, “Nah bedanya antara B40, B30 dengan B50 ini, dia tidak menggunakan 50 persen dari palm oil. Jadi kalau tidak salah itu 35 persen palm oil, 15 persen HVO. HVO ini memang harganya sedikit lebih mahal, tapi dia itu bagus untuk campuran solar, sehingga tidak bisa menyebabkan korosi yang lebih parah di dalam saluran bahan bakar seperti itu.”

Menurut KIA, keberadaan HVO mampu membantu menjaga sistem bahan bakar dan mengurangi potensi korosi pada mesin diesel modern meski biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan FAME.

Pabrikan Tunggu Implementasi Nasional

KIA menyatakan masih menunggu kepastian pemerintah terkait implementasi B50, khususnya untuk bahan bakar yang memenuhi standar emisi Euro 4.

Perusahaan menegaskan mesin diesel common rail bertekanan tinggi tetap direkomendasikan menggunakan Pertamina Dex yang memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm sesuai kebutuhan mesin diesel Euro 4.

Saat ini Carnival Diesel menjadi satu-satunya model diesel yang masih dipasarkan KIA di Indonesia dengan mesin common rail berstandar Euro 4.

KIA juga menilai kendaraan diesel modern pada dasarnya siap menghadapi peningkatan kualitas bahan bakar meski sistem injeksi, filter, dan saluran bahan bakarnya lebih sensitif dibandingkan mesin diesel generasi sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diterima industri melalui Gaikindo, distribusi solar berstandar Euro 4 secara nasional diperkirakan baru merata pada akhir 2027.

Penulis :
Gerry Eka