
Pantau - Produsen otomotif asal China, BYD, resmi meluncurkan mobil listrik mungil Racco di Sri Lanka sebagai pasar pertamanya di luar Jepang dengan harga perkenalan 11.450.000 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp625 juta.
Mobil listrik kategori kei car tersebut dibekali motor listrik bertenaga 47 kilowatt (kW) dan menawarkan jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTC.
Dilansir dari CarNewsChina pada Jumat (16/10/2026), BYD juga berencana memasarkan Racco di Makau sebagai bagian dari ekspansi kendaraan listrik mungil tersebut ke pasar internasional.
Sri Lanka dan Makau menjadi pasar awal yang dituju BYD untuk model Racco dengan konfigurasi setir kanan.
Harga BYD Racco di Sri Lanka Lebih Mahal daripada Jepang
BYD Racco pertama kali diperkenalkan di Jepang pada akhir Juli 2026 dan berhasil memperoleh 1.000 pemesanan dalam waktu dua minggu setelah peluncuran.
Di Jepang, mobil listrik tersebut dipasarkan dengan harga mulai 2.140.000 yen hingga 2.497.000 yen atau sekitar Rp244 juta sampai Rp285 juta.
BYD menawarkan tiga varian Racco di Jepang, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium.
Sementara itu, BYD Sri Lanka menetapkan harga perkenalan sebesar 11.450.000 rupee Sri Lanka atau sekitar Rp625 juta.
Harga tersebut sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan harga awal BYD Racco di Jepang.
Pihak BYD Sri Lanka menyatakan harga perkenalan tersebut hanya berlaku hingga 9 November 2026.
Setelah periode promosi berakhir, harga kendaraan tersebut diperkirakan meningkat sesuai kebijakan penjualan yang berlaku.
Tingginya harga mobil di Sri Lanka dipengaruhi oleh bea masuk dan pajak kendaraan yang berlaku di negara tersebut.
Sebagai perbandingan, Toyota Yaris Cross bermesin bensin dijual dengan harga 19.950.000 rupee Sri Lanka atau sekitar 60.315 dolar Amerika Serikat.
Spesifikasi BYD Racco, Mobil Listrik Mungil dengan Empat Kursi
BYD Racco merupakan mobil listrik berpenggerak roda depan dengan desain bodi mengotak yang menjadi ciri khas kendaraan kategori kei car.
Mobil ini memiliki panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, dan tinggi 1.800 milimeter.
Jarak sumbu rodanya mencapai 2.520 milimeter, sedangkan radius putar minimumnya hanya 4,8 meter.
Dimensi tersebut menjadikan Racco sebagai kendaraan berukuran ringkas yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Meski berukuran kecil, BYD Racco mampu menampung empat penumpang dan menyediakan bagasi berkapasitas 280 liter.
Kendaraan ini juga menggunakan sistem penggerak roda depan untuk mendukung penggunaan sehari-hari.
Dua Pilihan Baterai Tawarkan Jarak Tempuh hingga 320 Kilometer
BYD Racco tersedia dengan dua pilihan baterai litium besi fosfat atau LFP berkapasitas 22,4 kilowatt-jam (kWh) dan 35,84 kWh.
Kedua baterai tersebut dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga puncak 47 kW atau setara 63 tenaga kuda.
Motor listriknya juga mampu menghasilkan torsi maksimum 160 Newton meter (Nm).
Untuk varian dengan baterai lebih kecil, jarak tempuh kendaraan mencapai sekitar 210 kilometer.
Sementara itu, varian dengan baterai berkapasitas 35,84 kWh mampu menempuh jarak hingga 320 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Perbedaan kapasitas baterai memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan perjalanan dan penggunaan kendaraan.
BYD Siapkan Ekspansi Racco ke Pasar Internasional
Peluncuran di Sri Lanka menandai langkah BYD memperluas pemasaran Racco setelah sebelumnya memperkenalkan kendaraan tersebut di Jepang.
Makau juga masuk dalam rencana pemasaran berikutnya untuk mobil listrik mungil dengan konfigurasi setir kanan tersebut.
Sebelumnya, BYD juga diketahui tengah mengkaji peluang pemasaran Racco di Indonesia.
Namun, belum ada informasi resmi dalam laporan tersebut mengenai jadwal peluncuran maupun harga BYD Racco untuk pasar Indonesia.
Dengan dua pilihan baterai, tiga varian di Jepang, serta jarak tempuh hingga 320 kilometer, BYD Racco menjadi salah satu model yang disiapkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar mobil listrik berukuran kecil.
- Penulis :
- Gerry Eka




