
Pantau - Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla, membatalkan rencana penjualan pikap listrik Cybertruck di Australia dan Selandia Baru setelah hampir tujuh tahun membuka pemesanan, menyusul berbagai kendala terkait dimensi kendaraan, regulasi keselamatan, dan kondisi pasar.
Keputusan tersebut dilaporkan Arena EV pada Sabtu (24/10/2026), setelah Tesla mengirimkan pemberitahuan kepada konsumen yang telah melakukan reservasi.
Dalam pemberitahuan itu, Tesla menyatakan tidak akan melanjutkan rencana produksi Cybertruck untuk kedua negara tersebut.
Konsumen yang sebelumnya membayar uang muka sebesar 150 dolar Australia akan menerima pengembalian dana penuh dalam waktu 30 hari setelah mengonfirmasi detail pengembalian.
Pembatalan tersebut sekaligus mengakhiri penantian konsumen di Australia dan Selandia Baru yang telah memesan kendaraan listrik tersebut.
Dimensi Cybertruck Dinilai Terlalu Besar untuk Pasar Australia
Salah satu kendala utama pemasaran Tesla Cybertruck di Australia dan Selandia Baru adalah ukuran bodinya yang tergolong besar.
Pikap listrik tersebut memiliki panjang sekitar 5,68 meter dan lebar 2,20 meter ketika kaca spion dilipat.
Sementara itu, jarak sumbu roda Cybertruck mencapai sekitar 3,63 meter.
Bobot kendaraan juga tergolong tinggi, yakni sekitar 2.995 kilogram untuk varian dua motor dan 3.104 kilogram untuk varian tiga motor.
Dimensi tersebut berpotensi menyulitkan penggunaan Cybertruck di jalan maupun area parkir yang tidak dirancang untuk kendaraan berukuran besar.
Kondisi ini menjadi salah satu tantangan Tesla dalam menyesuaikan produknya dengan kebutuhan pengguna di pasar internasional.
Regulasi Keselamatan Pejalan Kaki Jadi Tantangan Tesla
Selain ukuran kendaraan, ketentuan keselamatan menjadi kendala lain dalam rencana pemasaran Cybertruck.
Australia dan Eropa menerapkan standar perlindungan pejalan kaki yang mengharuskan desain bagian depan kendaraan mampu mengurangi risiko cedera saat terjadi tabrakan.
Cybertruck menggunakan panel baja tahan karat yang kaku dengan desain bagian depan bersudut tajam.
Karakteristik tersebut dinilai berpotensi menyulitkan kendaraan dalam memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku.
Tesla diperkirakan perlu melakukan penyesuaian desain dengan biaya besar apabila ingin memperoleh persetujuan pemasaran di wilayah tersebut.
Tantangan lainnya berkaitan dengan konfigurasi kemudi Cybertruck yang sejak awal dirancang untuk pasar Amerika Utara.
Cybertruck menggunakan kemudi kiri, sedangkan Australia dan Selandia Baru menerapkan sistem kendaraan dengan kemudi kanan.
Pengembangan versi kemudi kanan membutuhkan penyesuaian teknis sekaligus proses homologasi atau pengesahan kesesuaian kendaraan terhadap regulasi setempat.
Penjualan Cybertruck di Amerika Serikat Turun pada 2025
Kondisi pasar juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pembatalan rencana penjualan Cybertruck di Australia dan Selandia Baru.
Pengiriman Cybertruck di Amerika Serikat tercatat sekitar 39.000 unit sepanjang 2024.
Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 20.250 unit pada 2025.
Penurunan pengiriman tersebut menunjukkan melemahnya permintaan Cybertruck di pasar domestik Tesla.
Sementara itu, pasar pikap kabin ganda di Australia dan Selandia Baru masih didominasi kendaraan seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, dan Isuzu D-Max.
Ketiga model tersebut telah dikenal sebagai kendaraan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan kerja.
Kondisi persaingan tersebut menjadi tantangan tambahan bagi Cybertruck untuk memasuki pasar kedua negara.
Tesla Kembalikan Uang Muka Konsumen dalam 30 Hari
Tesla telah memberitahukan pembatalan rencana penjualan Cybertruck kepada konsumen yang memiliki reservasi di Australia dan Selandia Baru.
Perusahaan menyatakan uang muka sebesar 150 dolar Australia akan dikembalikan sepenuhnya.
Proses pengembalian dana dijadwalkan berlangsung dalam waktu 30 hari setelah konsumen mengonfirmasi informasi yang diperlukan.
Keputusan tersebut menandai berakhirnya rencana pemasaran Cybertruck di kedua negara setelah pemesanan dibuka selama hampir tujuh tahun.
Pembatalan ini juga memperlihatkan tantangan produsen kendaraan listrik dalam menyesuaikan desain, spesifikasi, dan standar keselamatan kendaraan dengan kebutuhan pasar di berbagai negara.
- Penulis :
- Gerry Eka




