
Pantau - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas dan layanan di tenda-tenda Mina, Arab Saudi, untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah calon haji Indonesia selama puncak ibadah haji.
Dalam peninjauan tersebut, Dahnil mengatakan pihaknya turut mengecek pembersihan kavling-kavling yang sebelumnya dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU maupun oknum tertentu.
Pemerintah juga memastikan jumlah tenda tersedia sesuai kebutuhan jamaah calon haji Indonesia.
“Kami memastikan tidak ada jamaah yang tidak mendapatkan tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah mencopot penanda yang dipasang sepihak oleh KBIHU di sejumlah tenda di Arafah.
Sejumlah tenda yang dikelola syarikah Rakeen dan Duyuful Bait ditemukan memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU.
Pada kertas yang ditempel di pintu masuk tenda, pihak KBIHU juga mencantumkan logo syarikah sehingga terkesan sebagai penempatan resmi.
Wamenhaj Cek Fasilitas Toilet dan Jalur ke Jamarat
Dalam peninjauan di Mina, Wamenhaj turut mengecek ketersediaan serta kelayakan fasilitas kamar mandi dan toilet untuk jamaah.
Setelah meninjau fasilitas tenda, Dahnil bersama rombongan berjalan kaki dari Markas 12 menuju area pelontaran jumrah atau Jamarat.
Markas 12 diketahui merupakan lokasi tenda jamaah calon haji Indonesia yang paling jauh dari Jamarat.
Jarak tempuh bolak-balik dari Markas 12 menuju Jamarat mencapai sekitar 7 kilometer.
Dahnil menjelaskan pergerakan jamaah di Mina membutuhkan ketahanan fisik yang prima karena tidak ada kendaraan yang dapat digunakan selama rangkaian ibadah berlangsung.
Jamaah calon haji yang memilih Nafar Awal diperkirakan berjalan kaki sejauh sekitar 21 kilometer selama pelaksanaan ibadah.
Sementara jamaah yang mengambil Nafar Tsani akan menempuh jarak perjalanan yang lebih jauh lagi.
Jamaah Diimbau Menjaga Kondisi Fisik
Wamenhaj mengimbau jamaah calon haji memanfaatkan waktu luang sebelum puncak ibadah haji untuk beristirahat dan menjaga kondisi fisik.
Dahnil menyebut hari Tarwiyah memiliki makna merenung dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah tersebut akan menguras tenaga jamaah dalam jumlah cukup besar.
- Penulis :
- Gerry Eka





