HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Nilai Tarif Baru Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Pakan, Benih, dan Teknologi Pertanian Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendag Nilai Tarif Baru Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Pakan, Benih, dan Teknologi Pertanian Indonesia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto))

Pantau - Kementerian Perdagangan menilai perubahan tarif bea masuk Arab Saudi terhadap komoditas impor membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor pakan, benih, teknologi budi daya, sistem cold chain, serta berbagai jasa pendukung sektor pertanian dan akuakultur.

Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan, "Berbagai kebutuhan yang akan mengiringi kebijakan ini dapat menjadi peluang kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi," ungkapnya.

Kemendag menjelaskan kebijakan tarif baru tersebut bertujuan memperkuat sektor pertanian dan akuakultur domestik Arab Saudi sehingga diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap sarana produksi dan teknologi pendukung.

Berlaku untuk 51 Komoditas

Zulvri menyampaikan kebijakan perubahan tarif bea masuk yang berlaku bagi seluruh negara tersebut masih sesuai dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Perubahan tarif ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Arab Saudi Nomor 1447-88-10 tertanggal 15 Juni 2026 dan mulai berlaku pada 26 Juni 2026.

Sebanyak 51 komoditas terdampak dalam kebijakan tersebut, antara lain ternak hidup, daging, ikan, udang, produk susu, telur, buah-buahan, bunga, serta berbagai produk olahan pertanian.

Peluang Perluas Ekspor Bernilai Tambah

Kemendag mengajak pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang ekspor ke Arab Saudi dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, serta pengembangan produk bernilai tambah.

Zulvri mengatakan, "Indonesia masih memiliki peluang memperluas ekspor produk pangan dan perikanan bernilai tambah (value-added products), khususnya produk yang belum diproduksi secara memadai oleh industri domestik Arab Saudi seperti kerupuk udang."

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi tercatat mencapai 2,19 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 843 juta dolar AS.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 6,53 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar 2,88 miliar dolar AS yang didominasi kendaraan beserta bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan produk turunannya.

Penulis :
Ahmad Yusuf