
Pantau - Amerika Serikat menginvestasikan 700 juta dolar AS atau sekitar Rp12,6 triliun ke sektor batu bara untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tambang batu bara, serta membangun terminal ekspor baru di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump menghidupkan kembali industri energi fosil.
Pengumuman investasi tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih, Washington D.C., pada Kamis (4/6).
Trump mengatakan investasi itu akan melindungi 14 PLTU dan 42 tambang batu bara di Amerika Serikat.
"Investasi 700 juta dolar AS, yang saya umumkan hari ini, akan melindungi 14 PLTU dan 42 tambang batubara, juga untuk membangun dua PLTU baru dan satu terminal ekspor baru yang sangat besar," ungkap Trump.
Klaim Selamatkan Lapangan Kerja dan Turunkan Biaya Listrik
Trump menyebut program investasi tersebut diperkirakan mampu mempertahankan lebih dari 14.000 lapangan kerja di sektor energi dan pertambangan.
Ia juga mengklaim kebijakan itu dapat menekan biaya listrik warga Amerika hingga 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp903 triliun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintahannya untuk meningkatkan produksi energi domestik dan memperkuat daya saing Amerika Serikat terhadap China yang masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama.
Pada Maret 2025, Trump berjanji menghidupkan kembali industri batu bara nasional agar mampu bersaing dengan negara-negara produsen energi besar.
Empat Perintah Eksekutif untuk Hidupkan Industri Batu Bara
Pada April 2025, Trump menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan mempercepat kebangkitan industri pertambangan dan pembangkit listrik berbasis batu bara.
Perintah pertama menginstruksikan lembaga federal menghapus kebijakan yang dinilai diskriminatif terhadap industri batu bara serta mencabut moratorium sewa yang membatasi proyek baru di lahan milik pemerintah.
Perintah kedua memberlakukan moratorium terhadap kebijakan era Presiden Joe Biden yang dinilai berpotensi menyebabkan penutupan PLTU batu bara.
Perintah ketiga bertujuan meningkatkan keamanan dan keandalan jaringan listrik dengan memprioritaskan produksi serta transmisi energi yang aman dan efektif.
Perintah keempat meminta Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyelidiki kebijakan di sejumlah negara bagian yang dianggap mendiskriminasi industri batu bara dan bertentangan dengan konstitusi.
Trump juga sebelumnya menyatakan pemerintahannya akan mulai memproduksi energi yang ia sebut sebagai "batu bara yang indah dan bersih."
- Penulis :
- Aditya Yohan





