HOME  ⁄  Pertambangan

MIND ID Perluas Pemanfaatan AI dari Eksplorasi hingga Pemantauan Emisi Tambang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

MIND ID Perluas Pemanfaatan AI dari Eksplorasi hingga Pemantauan Emisi Tambang
Foto: Ilustrasi - Holding industri pertambangan Indonesia MIND ID (sumber: MIND ID)

Pantau - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI dari tahap eksplorasi, operasi tambang, pengolahan mineral, hingga pemantauan emisi untuk memperkuat daya saing industri mineral nasional.

Transformasi teknologi tersebut dilakukan seiring kebutuhan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus menjalankan kegiatan pertambangan secara lebih efisien, aman, andal, dan berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah faktor yang menentukan keunggulan perusahaan pertambangan.

Menurut Dany, perusahaan tambang kini tidak cukup hanya mengandalkan besarnya sumber daya mineral yang dikelola karena kemampuan membaca dan mengolah data menjadi keputusan operasional semakin penting.

"Nilai AI bukan pada modelnya. Nilainya adalah pada keputusan yang lebih aman, aset yang lebih andal, penemuan sumber daya yang lebih baik, dan dampak operasional yang lebih rendah," ujar Dany.

AI Digunakan untuk Keselamatan dan Produksi

MIND ID mengarahkan penerapan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata dalam kegiatan pertambangan, salah satunya terkait keselamatan pekerja.

Grup MIND ID telah menggunakan sistem AI-enabled fatigue management untuk membantu mengawasi kondisi operator selama kegiatan operasional.

Sistem tersebut dapat memberikan peringatan dini ketika mendeteksi indikasi kelelahan maupun microsleep pada operator yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Pemanfaatan AI juga menjangkau proses produksi melalui teknologi AI vision untuk memantau kondisi conveyor.

Teknologi tersebut membantu mendeteksi lebih awal potensi gangguan seperti kerusakan belt, ukuran material yang tidak sesuai, dan kontaminasi yang dapat menghambat proses produksi.

Pada tahap hilirisasi mineral, teknologi machine learning dikembangkan untuk membantu mengoptimalkan kegiatan operasional smelter, termasuk dalam pengelolaan FeNi Rotary Kiln.

Pemanfaatan data operasional melalui teknologi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan efisiensi proses pengolahan mineral.

Penerapan teknologi digital turut dilakukan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui integrasi data operasional secara real-time untuk mempercepat pemantauan dan mendukung peningkatan produktivitas operasi pertambangan.

AI Masuk Tahap Eksplorasi dan Pemantauan Emisi

Pemanfaatan AI bahkan dimulai sejak pencarian sumber daya mineral melalui teknologi AI-enabled geologging yang membantu mempercepat analisis inti batuan.

Teknologi tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kualitas pengolahan data hasil pengeboran sehingga keputusan terkait eksplorasi dan investasi dapat didasarkan pada informasi yang lebih kuat.

Pada saat yang sama, MIND ID tengah mengembangkan energy and emissions intelligence yang mengintegrasikan informasi mengenai keandalan aset, efisiensi proses, konsumsi bahan bakar, dan emisi.

Integrasi informasi tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan menemukan peluang peningkatan efisiensi penggunaan energi sekaligus memperkuat pengelolaan dampak lingkungan kegiatan pertambangan.

Dany menilai berbagai penerapan teknologi itu menunjukkan transformasi industri pertambangan nasional dari industri yang terutama mengandalkan keunggulan sumber daya menuju industri berbasis teknologi, data, dan pengetahuan.

"MIND ID sedang bergerak dari resource advantage menuju intelligence advantage. Kami ingin memastikan industri pertambangan Indonesia masuk ke babak yang lebih maju dengan memanfaatkan kemampuan teknologi untuk menciptakan operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," kata Dany.

Transformasi tersebut diarahkan agar teknologi dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, keandalan aset, kualitas eksplorasi, produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan pertambangan Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026