HOME  ⁄  Pertambangan

Pemprov Sulteng Dorong Hilirisasi Tambang hingga Produk Jadi untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemprov Sulteng Dorong Hilirisasi Tambang hingga Produk Jadi untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi
Foto: Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A Lamadjido.

Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan hilirisasi komoditas pertambangan harus dilakukan hingga menghasilkan produk jadi agar hasil tambang daerah memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi dan tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan pengolahan komoditas pertambangan seperti nikel hingga tahap akhir perlu dilakukan di dalam negeri agar memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah.

"Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi, tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga," kata Reny di Palu, Minggu (27/9/2026).

Hilirisasi Didorong Buka Lapangan Kerja

Reny mengatakan hilirisasi pertambangan yang berjalan optimal perlu dipastikan memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan peluang kerja dan mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar kawasan industri.

"Skema hilirisasi pertambangan yang berjalan optimal harus dipastikan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan mendorong lahirnya ekosistem usaha pendukung di sekitar kawasan industri," sebutnya.

Pemprov Sulteng juga membuka peluang bagi investor yang ingin menanamkan modal dan membangun industri pengolahan selama memenuhi mekanisme perizinan dan tata kelola sesuai regulasi.

"Kami sangat terbuka kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan," ucapnya.

Saat ini tercatat terdapat 151 Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta 293 IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLBB) di Sulawesi Tengah.

Industri Pengolahan Dominasi Perekonomian Sulteng

Berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah, perekonomian daerah tersebut pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah berdasarkan lapangan usaha didominasi industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 44,37 persen.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 15,60 persen, sedangkan pertambangan dan penggalian berkontribusi sebesar 13,79 persen.

Ketiga sektor tersebut secara keseluruhan menyumbang 73,75 persen terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026