
Pantau - Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026), memegang peran strategis bagi masa depan komoditas nasional.
Ketua Komisi XII DPR RI, Melchias Marcus Mekeng, mendorong kementerian koordinator baru tersebut merumuskan skema insentif nilai tambah pada seluruh sektor pertambangan Indonesia.
Pengangkatan Bahlil beriringan dengan pelantikan 17 pejabat negara lain di Istana Kepresidenan Jakarta.
Komisi XII DPR RI mematok tiga indikator keberhasilan utama, yakni optimalisasi penerimaan kas negara, pembukaan jutaan lapangan kerja, serta terwujudnya kedaulatan energi nasional secara menyeluruh.
"Ya, dengan diangkatnya Pak Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, dia mempunyai tugas memikirkan dan membuat kebijakan terhadap program value added terhadap tambang kita," kata Mekeng melalui keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2026).
Langkah ini penting demi memastikan pengolahan bahan mentah di dalam negeri memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.
Optimalkan Nilai Tambah Komoditas Tambang
Pengolahan komoditas tambang di dalam negeri memangkas ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah. Mekeng meminta Menko Bahlil menyusun peta jalan transisi energi yang selaras dengan kapasitas industri domestik.
Sinergi antarinstansi di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi kunci terciptanya lapangan kerja baru di pusat pemrosesan mineral.
"Tujuannya agar dapat mengoptimalisasi pendapatan buat negara, penciptaan lapangan pekerjaan, dan kedaulatan energi secara keseluruhan," tegas legislator dari Partai Golkar tersebut.
Kedaulatan energi membutuhkan pasokan bahan baku yang stabil serta jaminan investasi jangka panjang. Komisi XII DPR RI, kata Mekeng, berkomitmen mengawal pembentukan regulasi pendukung demi mengamankan pasokan energi nasional.
Mekeng menekankan, kebijakan terintegrasi ini diharapkan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
"Mandat baru ini harus mampu memperkuat manfaat ekonomi secara nyata bagi masyarakat dan negara," tandas Mekeng.
- Penulis :
- Khalied Malvino

