
Pantau - Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Ilhamsyah menilai relasi antara buruh dan negara mulai menunjukkan perubahan, terutama dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 dan 2026.
Ilhamsyah menyatakan bahwa perubahan tersebut terlihat dari adanya respons kebijakan serta kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan May Day.
“Ada kemajuan di level kebijakan,” ujarnya.
Ia menilai negara mulai masuk ke dalam ruang simbolik gerakan buruh sekaligus merespons melalui kebijakan.
Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan ini perlu dikaji secara kritis.
“Apakah ini benar memperkuat agenda buruh atau justru bentuk kontrol yang lebih halus, itu yang harus diuji,” katanya.
Pemerintah disebut telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait buruh dalam beberapa waktu terakhir.
Kebijakan tersebut meliputi pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, pembentukan Satgas PHK, serta ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang pekerja perikanan.
Selain itu, terdapat pembatasan praktik alih daya serta rencana pembangunan perumahan buruh di kawasan industri pada May Day 2026.
Pemerintah juga merencanakan penyediaan fasilitas penitipan anak dan penguatan jaminan sosial, serta wacana penyusunan undang-undang ketenagakerjaan baru.
Meski demikian, Ilhamsyah menilai sebagian besar kebijakan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menyentuh persoalan mendasar buruh.
Ia menegaskan bahwa momentum May Day seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong perubahan nyata.
“May Day seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum untuk mendorong perubahan nyata bagi buruh,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





