HOME  ⁄  Politik

Hendri Satrio Nilai Dokumentasi Aktivitas Teddy Indra Wijaya Bisa Jadi Bentuk Laporan Kerja Publik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Hendri Satrio Nilai Dokumentasi Aktivitas Teddy Indra Wijaya Bisa Jadi Bentuk Laporan Kerja Publik
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyapa dan berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru pendamping dari SMAN 2 Jakarta pada acara “Istana untuk Anak Sekolah” di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (23/4/2026). ANTARA/HO-setkab.go.id/pri.)

Pantau - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai dokumentasi aktivitas harian pejabat publik seperti yang dilakukan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dapat dipahami sebagai bentuk laporan kerja kepada masyarakat.

Dokumentasi Aktivitas Dinilai Buka Proses Kerja Pejabat

Hendri Satrio atau Hensa mengatakan dokumentasi aktivitas tersebut membuka proses kerja pejabat yang selama ini jarang terlihat publik.

Dalam video di akun Instagram @teddy_hq, Teddy terlihat menjalani aktivitas sejak pagi, melakukan perjalanan dinas ke luar kota, menghadiri rapat dengan menteri, hingga pulang pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut Hensa, tayangan itu menunjukkan bahwa menjadi pejabat publik bukan pekerjaan yang mudah.

“Tidak mudah jadi pejabat seperti Teddy. Sudah kerja dari pagi, ke luar kota, lanjut rapat sampai tengah malam, pulangnya dini hari, tetapi tetap saja ada yang bergunjing,” ujar Hensa.

Ia menilai kerja keras pejabat tidak selalu dianggap luar biasa oleh masyarakat dan terkadang justru dicurigai atau dianggap biasa saja.

Dengan adanya dokumentasi aktivitas tersebut, publik dinilai memiliki gambaran lebih jelas mengenai pekerjaan pejabat sehingga tidak hanya berspekulasi.

“Kalau aktivitasnya sudah ditunjukkan seperti itu, publik jadi punya gambaran. Mau percaya atau tetap sinis, itu soal lain, tetapi setidaknya ada proses yang dibuka daripada sebelumnya hanya menebak-nebak tanpa dasar,” katanya.

Publik Dinilai Tetap Menunggu Hasil Konkret

Meski demikian, Hensa menilai wajar apabila sebagian masyarakat menganggap tayangan tersebut sebagai bentuk pencitraan.

Menurutnya, video yang ditampilkan lebih banyak memperlihatkan proses kerja seperti rapat dan perjalanan dinas, sementara masyarakat cenderung menunggu hasil konkret yang dirasakan langsung.

“Yang ditampilkan itu proses, rapat, perjalanan, aktivitas padat. Sementara, publik biasanya menunggu hasil konkret,” ungkap Hensa.

Ia juga melihat model dokumentasi aktivitas seperti itu dapat diikuti pejabat lain, terutama yang selama ini kurang dikenal publik.

Menurut Hensa, keterbukaan aktivitas dapat membantu masyarakat memahami siapa pejabat tersebut, apa yang dikerjakan, dan program yang dijalankan.

“Silakan saja kalau mau diikuti, terutama pejabat yang selama ini tidak kelihatan. Jadi, publik tahu dia itu siapa, apa yang dikerjakan, dan programnya apa,” ujarnya.

Hensa menilai kehadiran figur aktif dan terbuka seperti Teddy juga dapat memunculkan dinamika di internal pejabat negara karena standar kerja publik dinilai meningkat.

“Bisa jadi ada juga yang resah karena ketika ada yang terlihat sangat aktif, sangat lincah menyapa masyarakat, standar itu jadi naik,” katanya.

Ia menegaskan keterbukaan dan aktivitas pejabat tetap harus diiringi hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka