HOME  ⁄  Politik

Lestari Moerdijat Dorong Asesmen Akademik TKA 2026 Jadi Dasar Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Lestari Moerdijat Dorong Asesmen Akademik TKA 2026 Jadi Dasar Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional
Foto: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (sumber: MPR RI)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan hasil asesmen akademik peserta didik TKA 2026 harus menjadi dasar utama perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.

Partisipasi Nasional dan Hasil Asesmen

Lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP di seluruh Indonesia telah mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) 2026 dengan tingkat partisipasi nasional mencapai 98,51 persen.

Capaian partisipasi tersebut menunjukkan seluruh provinsi berada di atas 95 persen dalam pelaksanaan asesmen nasional.

Hasil asesmen mencatat rata-rata literasi nasional sebesar 60 untuk SD dan 60,83 untuk SMP, sementara numerasi tercatat 43,41 untuk SD dan 40,34 untuk SMP.

Data tersebut dinilai sebagai peta kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan nasional, bukan sekadar angka hasil tes.

Rencana Kebijakan Berbasis Data

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin menyampaikan bahwa data asesmen akan digunakan sebagai dasar kebijakan berbasis bukti dalam pengembangan pendidikan nasional.

Lestari Moerdijat menegaskan hasil asesmen tidak boleh digunakan untuk membandingkan sekolah atau daerah, melainkan untuk merancang intervensi yang tepat sasaran.

Ia menyoroti pentingnya penyesuaian kebijakan pendidikan sesuai kebutuhan tiap daerah agar tidak ada pendekatan yang seragam untuk masalah yang berbeda.

Pemerintah pusat dan daerah diminta mengalokasikan anggaran tidak hanya untuk pelaksanaan tes, tetapi juga untuk tindak lanjut seperti program remedial berbasis data.

Lestari Moerdijat menekankan bahwa satuan pendidikan dan guru perlu mengubah pendekatan pembelajaran dari sekadar mengejar nilai menjadi penguatan kompetensi dan karakter siswa.

Ia juga menegaskan evaluasi terhadap guru harus diarahkan pada kemampuan meningkatkan daya pikir siswa, bukan sekadar hafalan.

Orang tua diharapkan turut mendukung proses pembelajaran yang bermakna di rumah dengan tidak hanya berfokus pada peringkat akademik.

Lestari Moerdijat menutup dengan penegasan bahwa sistem pendidikan membutuhkan komitmen kolektif agar kebijakan berbasis data dapat dijalankan secara nyata dan tidak berhenti pada dokumen perencanaan.

Penulis :
Leon Weldrick