HOME  ⁄  Politik

Gelar Silatda, Dua Caketum Reagen dan Uswanas Siap Bertanding untuk Bersanding

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Gelar Silatda, Dua Caketum Reagen dan Uswanas Siap Bertanding untuk Bersanding
Foto: Dua Caketum HIPMI Maluku Utara kompak hadir di Silatda dan menyatakan dukungan penuh untuk Musdalub. (Dok. Istimewa)

Pantau - Suasana konsolidasi mulai terasa menjelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) HIPMI Maluku Utara. Dalam Forum Ketua Umum dan Silaturahmi Daerah (Silatda), dua kandidat ketua umum hadir dalam satu ruang, menunjukkan sinyal kompetisi yang tetap menjunjung kebersamaan.

Kegiatan yang diinisiasi Tim Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara ini mempertemukan para Ketua Umum BPC se-Maluku Utara bersama dua Calon Ketua Umum (Caketum), yakni Ronald Reagen Sumampouw (nomor urut 1) dan Abdul Kadir Uswanas (nomor urut 2).

Di tengah proses kontestasi, kedua kandidat menyampaikan sikap yang sejalan: mendukung penuh terselenggaranya Musdalub yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026.

Mewakili Tim Caretaker, Mafa Uswanas menilai kehadiran dan sikap kedua kandidat mencerminkan komitmen kuat terhadap masa depan organisasi.

“Saya sangat apresiasi kepada kedua Caketum yang memiliki komitmen yang kuat untuk membangun HIPMI Maluku Utara menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa baik Reagen maupun Abdul Kadir membawa arah dan gagasan yang terukur dalam memimpin HIPMI ke depan. Menurutnya, keduanya memiliki fondasi visi yang jelas.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Syaf Lessy menjelaskan bahwa proses penetapan calon telah melalui tahapan verifikasi sesuai mekanisme organisasi. Dari hasil tersebut, dua nama resmi ditetapkan sebagai kandidat.

Lessy turut memberikan penilaian atas kapasitas personal kedua calon. Ia melihat adanya keseriusan dan komitmen yang kuat dalam membangun HIPMI Maluku Utara ke arah yang lebih baik.

Lebih jauh, ia menilai kedua kandidat mampu mempraktikkan nilai yang selama ini digaungkan dalam tubuh HIPMI.

“Slogan bertanding untuk bersanding benar-benar mampu di aktualisasikan oleh kedua saudara saya ini, yakni, bertanding untuk bersanding,” pungkasnya.

Silatda ini menjadi penanda bahwa kontestasi menuju Musdalub tidak hanya soal persaingan, tetapi juga tentang menjaga soliditas organisasi—bertanding secara sehat, lalu bersanding untuk tujuan bersama.

Penulis :
Khalied Malvino