HOME  ⁄  Ekonomi

HIPMI Karawang Minta PLN Hindari Pemadaman Listrik pada Jam Produktif Usaha

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

HIPMI Karawang Minta PLN Hindari Pemadaman Listrik pada Jam Produktif Usaha
Foto: (Sumber : Pelaku usaha penjualan aksesoris dan perbaikan handphone menata pelindung ponsel dengan alat bantu penerangan lilin saat pemadaman listrik)

Pantau - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang meminta PT PLN memperhatikan jam-jam produktif saat melakukan pemadaman listrik agar tidak mengganggu aktivitas usaha dan industri yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Ketua Umum BPC HIPMI Karawang David menyatakan pemadaman listrik yang terjadi selama sekitar dua pekan terakhir telah menimbulkan keluhan dari pelaku usaha di Karawang.

Menurut David, sejumlah pengusaha, terutama di sektor industri, mengeluhkan terganggunya operasional bisnis akibat pemadaman listrik bergilir yang berlangsung beberapa jam.

Pemadaman tersebut menyebabkan proses produksi terhambat, pelayanan kepada pelanggan terganggu, serta berpotensi menimbulkan kerugian akibat berhentinya aktivitas usaha.

Pemadaman Dinilai Ganggu Aktivitas Ekonomi

David mengatakan sebagian besar kegiatan usaha sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.

Ia menilai setiap pemadaman listrik seharusnya diinformasikan lebih awal kepada pelanggan dan dijadwalkan dengan mempertimbangkan waktu operasional usaha.

Menurutnya, pemadaman listrik selama tiga hingga lima jam akan sangat mengganggu jika terjadi pada jam produktif, terutama antara pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB.

HIPMI menyatakan memahami apabila pemadaman dilakukan karena adanya perbaikan maupun gangguan teknis pada sistem kelistrikan.

Namun, organisasi tersebut menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan terhadap kegiatan usaha masyarakat dan dunia industri.

Dorong Evaluasi Sistem Kelistrikan

HIPMI berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan kepastian kepada pelanggan, serta menjamin keandalan pasokan listrik bagi pelaku usaha.

Organisasi itu juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik, penanganan gangguan kelistrikan, dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tidak terhambat akibat gangguan pasokan listrik.

Selama dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di Karawang mengalami pemadaman listrik bergilir dengan lebih dari 10 titik pemadaman dalam satu hari.

Wilayah terdampak meliputi kawasan pemukiman, gedung perkantoran, pusat layanan publik, area usaha, kawasan industri, sekolah, kampus, hingga rumah sakit.

Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang Wahyu NF menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya pemadaman bergilir di wilayah tersebut.

PLN menjelaskan pemadaman dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai sehingga diperlukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

Penulis :
Gerry Eka