
Pantau - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Arnod Sihite menyambut positif kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menunjuk Presiden KSPI Said Iqbal masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.
Arnod menilai langkah tersebut merupakan keputusan strategis di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang masih dihadapi Indonesia.
Ia mengatakan, "Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini. Penunjukan Said Iqbal sangat tepat di tengah begitu banyak tantangan yang dihadapi bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh buruh dalam pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu Presiden mencari solusi atas berbagai persoalan nasional."
Menurut Arnod, buruh tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai kelompok pekerja yang memahami persoalan hubungan industrial semata.
Ia menegaskan banyak tokoh buruh telah berkembang menjadi politisi, akademisi, pengacara, pengamat, tokoh masyarakat, hingga pemimpin yang memiliki pengalaman luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Buruh Dinilai Mampu Menjadi Subjek Pembangunan
Arnod mencontohkan sejumlah tokoh buruh yang telah mendapat kepercayaan di berbagai lembaga negara.
Tokoh-tokoh tersebut antara lain Yorrys Raweyai yang dikenal sebagai politisi senior dan Wakil Ketua DPD RI, Jumhur Hidayat yang pernah mengemban jabatan pemerintahan, serta Andi Gani Nena Wea yang menjabat sebagai Penasihat Kapolri.
Ia mengatakan, "Masih banyak tokoh buruh yang saat ini mengemban amanah di berbagai lembaga negara. Ini membuktikan bahwa gerakan buruh telah melahirkan banyak kader pemimpin bangsa."
Arnod menegaskan buruh tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek pembangunan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Ia mengatakan, "Buruh telah teruji sebagai bagian dari kekuatan pergerakan yang melahirkan banyak kader pemimpin. Mereka terbiasa menyuarakan kesejahteraan pekerja, perlindungan rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kritik konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara."
Menurutnya, keterlibatan tokoh buruh dalam pemerintahan tidak perlu dipersoalkan, termasuk jika dikaitkan dengan momentum Hari Buruh atau May Day.
Ia menilai hal tersebut menunjukkan gerakan buruh semakin diperhitungkan dan memiliki posisi strategis dalam kehidupan nasional.
Ingatkan Pentingnya Kompetensi dan Efektivitas Jabatan
Meski mendukung, Arnod mengingatkan bahwa setiap penempatan jabatan harus tetap mempertimbangkan kompetensi, efektivitas kerja, efisiensi anggaran negara, serta kejelasan tugas pokok dan fungsi.
Ia mengatakan, "Yang terpenting, negara harus menilai berdasarkan kompetensi dan kebutuhan. Tugas pokok dan fungsi setiap jabatan harus jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Pemerintah juga tidak boleh hanya mengambil keputusan yang bersifat populis."
Arnod berharap masuknya tokoh buruh ke pemerintahan dapat menjadi harapan baru bagi kaum pekerja Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak buruh, penyusunan kebijakan yang berpihak kepada pekerja, dan penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan.
Ia mengatakan, "Intinya, rekan-rekan buruh jangan kendor dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keluarganya. Dengan masuknya tokoh buruh ke pemerintahan, kita berharap perjuangan terhadap hak-hak buruh dapat lebih maksimal, baik melalui kebijakan maupun regulasi yang berpihak kepada pekerja."
Di akhir pernyataannya, Arnod mengajak seluruh buruh Indonesia menjaga persatuan dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, “Kita berharap nilai tukar rupiah semakin kuat, inflasi terkendali, kepercayaan publik dan investor meningkat, investasi bertambah, lapangan kerja semakin luas, dan kesejahteraan rakyat Indonesia terus meningkat. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, buruh dapat menjadi bagian penting dalam membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik.”
- Penulis :
- Gerry Eka





