HOME  ⁄  Politik

Yusril Ajak Generasi Muda Pelajari Pemikiran Pendiri Bangsa, Soroti Warisan Intelektual Mohammad Natsir

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Yusril Ajak Generasi Muda Pelajari Pemikiran Pendiri Bangsa, Soroti Warisan Intelektual Mohammad Natsir
Foto: Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berziarah ke makam Pahlawan Nasional Mohammad Natsir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak generasi muda mempelajari pemikiran para pendiri bangsa, khususnya Mohammad Natsir, yang dinilainya masih relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yusril Soroti Keteladanan Mohammad Natsir

Yusril mengungkapkan, "Generasi muda perlu terus membaca, menelaah, dan mengembangkan warisan intelektual para pendiri bangsa agar nilai-nilai kebangsaan, keislaman, dan demokrasi dapat terus hidup dalam kehidupan bernegara."

Menurut Yusril, salah satu pendiri bangsa yang menginspirasi perjalanan intelektual dan pemikirannya adalah Perdana Menteri Ke-5 Indonesia Mohammad Natsir.

Yusril menilai Mohammad Natsir merupakan sosok yang sangat cerdas dan telah menghasilkan berbagai tulisan sejak usia muda.

Berbagai pemikiran Mohammad Natsir, menurut Yusril, masih diwariskan dan tetap menginspirasi hingga saat ini.

Yusril mengingatkan sejarah mencatat Mohammad Natsir pernah terlibat dalam perdebatan intelektual dengan Presiden Pertama RI Soekarno mengenai hubungan Islam dan negara.

Menurut Yusril, perbedaan pandangan tersebut tidak menghilangkan rasa saling menghormati maupun komitmen menjaga Indonesia.

Yusril mengungkapkan, "Politik hari ini membutuhkan integritas dan kedewasaan seperti yang dicontohkan Pak Natsir. Berbeda pandangan adalah sesuatu yang niscaya, tetapi menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan Indonesia harus tetap menjadi tujuan utama."

Ziarah dan Penelitian tentang Mohammad Natsir

Menjelang ujian promosi doktor bidang filsafat di Universitas Indonesia, Yusril berziarah ke makam Pahlawan Nasional Mohammad Natsir di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ziarah pribadi tersebut menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan kepada Mohammad Natsir.

Yusril mengenang interaksinya dengan Mohammad Natsir sejak 1978 hingga menjelang wafatnya pada 1993.

Yusril mengatakan Mohammad Natsir sangat menginspirasi dirinya, baik dalam pemikiran maupun tindakan.

Yusril berharap ziarah tersebut membawa hikmah dan mendorongnya melanjutkan tradisi keilmuan, kajian filsafat, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara, dan umat.

Disertasi yang akan dipertahankan Yusril di Universitas Indonesia berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial.

Melalui penelitian tersebut, Yusril menawarkan pembacaan kembali terhadap pemikiran Mohammad Natsir mengenai relasi Islam dan negara dengan pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial.

Penelitian tersebut bertujuan memahami relevansi gagasan Mohammad Natsir dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini.

Yusril mengungkapkan, “Pak Natsir adalah bukti bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan dalam menjaga keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya gagasan-gagasan besar yang ditinggalkan, tetapi juga keteladanan dalam berpolitik dan mengabdi kepada negara.”

Penulis :
Gerry Eka