HOME  ⁄  Politik

PDIP Sebut Bulan Bung Karno 2026 Membumikan Ajaran Soekarno hingga Tingkat Desa di Bali

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PDIP Sebut Bulan Bung Karno 2026 Membumikan Ajaran Soekarno hingga Tingkat Desa di Bali
Foto: Dokumentasi Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Sanur, Bali, Minggu (28/6/2026).

Pantau - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan ajaran Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno dapat diimplementasikan secara nyata hingga tingkat desa melalui pelaksanaan Bulan Bung Karno 2026 di Bali, yang diikuti 625 desa dengan dukungan dana APBDes dan swadaya masyarakat.

Ratusan Desa Ikut Merayakan Bulan Bung Karno

Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster mengatakan sebanyak 625 dari total 636 desa di Bali secara serentak menyelenggarakan Bulan Bung Karno.

Pelaksanaan Bulan Bung Karno di desa-desa tersebut memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta swadaya masyarakat.

Laporan tersebut disampaikan Wayan Koster di hadapan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Sanur, Bali.

Wayan Koster mengungkapkan, "Di Bali ini ada 636 desa, dan sebanyak 625 desa melaksanakan perayaan Bulan Bung Karno menggunakan dana APBDes maupun swadaya masyarakat. Total dana yang terkumpul dan digunakan di seluruh desa tersebut mencapai Rp10,5 miliar. Ini membuktikan ajaran Bung Karno membumi sampai ke tingkat desa."

Menurut Koster, capaian tersebut menunjukkan bahwa ajaran Bung Karno tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.

Koster menjelaskan tema Bulan Bung Karno tahun ini, "Setialah Kepada Sumbermu", mengandung pesan bahwa kekuatan partai bersumber dari kepercayaan rakyat, bukan dari kekuasaan maupun jabatan.

Koster mengungkapkan, "Tema ini menegaskan bahwa sumber kekuatan partai bukanlah kekuasaan, bukan pula jabatan, melainkan kepercayaan rakyat. Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala."

Penutupan Dimeriahkan Atraksi Seni dan Budaya

Usai pidato laporan, panggung utama bertransformasi menjadi etalase kebudayaan nusantara yang menampilkan karya-karya terbaik dari total 14.569 anak muda yang terlibat sejak Maret lalu.

Salah satu penampilan yang ditampilkan adalah Matembang Sastra Bali sebagai wujud ketahanan bahasa daerah.

Acara juga menampilkan Atraksi Jugling Arak Bali yang menunjukkan bagaimana produk tradisional lokal didorong menjadi komoditas bernilai ekonomi.

Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali turut menjadi bagian dari rangkaian acara.

Keagungan seni klasik ditampilkan melalui pertunjukan Bapang Barong & Mekendang Tunggal.

Puncak kreativitas dihadirkan melalui Fashion Show kain tenun ikat Endek Bali karya perajin lokal yang dipadukan dengan alunan suling musisi etnik Gus Teja.

Kemegahan acara juga diwarnai pementasan teatrikal kolosal Tari Mahasatya dari Sanggar Capala yang mengangkat nilai patriotisme.

Sepanjang pertunjukan, Megawati Soekarnoputri bersama jajaran teras DPP PDIP tampak mengikuti jalannya acara bersama ribuan kader yang hadir.

Penulis :
Gerry Eka