HOME  ⁄  Politik

Mayoritas Warga Islandia Menolak Pembukaan Kembali Perundingan Keanggotaan Uni Eropa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mayoritas Warga Islandia Menolak Pembukaan Kembali Perundingan Keanggotaan Uni Eropa
Foto: Ilustrasi - Proses referendum berlatar bendera Islandia.

Pantau - Mayoritas warga Islandia menolak wacana membuka kembali perundingan keanggotaan Uni Eropa setelah hasil sementara referendum menunjukkan 52,5 persen pemilih memilih menolak dan 47,5 persen mendukung.

Penyiar publik Islandia RUV pada Minggu melaporkan penghitungan suara telah selesai di seluruh daerah pemilihan kecuali Barat Daya.

RUV menyebut suara yang tersisa di daerah pemilihan tersebut diperkirakan tidak cukup untuk mengubah hasil referendum.

"Atas dasar itu, telah jelas bahwa Islandia memutuskan menolak dimulainya kembali proses dialog untuk aksesi ke Uni Eropa," menurut RUV.

Selisih Suara Mencapai 9.578

Hasil sementara menunjukkan sebanyak 99.037 suara memilih "tidak", sedangkan 89.459 suara memilih "ya", dengan selisih mencapai 9.578 suara.

Sebanyak 32.000 surat suara masih harus dihitung di daerah pemilihan Barat Daya ketika hasil sementara tersebut diumumkan.

Opsi "ya" membutuhkan sedikitnya 65 persen dari suara yang belum dihitung atau lebih dari 57 persen total suara di daerah pemilihan Barat Daya untuk memenangkan referendum.

RUV menilai peluang untuk mencapai jumlah dukungan tersebut sangat kecil.

Referendum Bukan Penentuan Langsung Keanggotaan

Masyarakat Islandia mengikuti referendum pada Sabtu untuk menentukan apakah pemerintah perlu memulai kembali proses aksesi ke Uni Eropa yang telah dibekukan selama lebih dari satu dekade.

Referendum tersebut tidak menentukan secara langsung apakah Islandia akan menjadi anggota Uni Eropa.

Apabila opsi "ya" menang, pemerintah Islandia akan memperoleh mandat untuk membuka kembali perundingan keanggotaan yang sebelumnya ditangguhkan.

Keanggotaan Islandia di Uni Eropa tetap harus melalui referendum kedua apabila perundingan aksesi pada akhirnya menghasilkan kesepakatan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026