
Pantau - Hubungan antara Pep Guardiola dan Sir Alex Ferguson kembali menjadi sorotan setelah kisah pertemuan keduanya sebelum Guardiola melatih Manchester City mengemuka, menandai perjalanan dua tokoh besar sepak bola yang akhirnya berada di sisi berbeda Kota Manchester selama satu dekade terakhir.
Kekalahan di Wembley yang Membekas
Momen penting dalam hubungan kedua pelatih terjadi setelah final Liga Champions 2011 di Wembley saat Barcelona asuhan Guardiola mengalahkan Manchester United besutan Ferguson dengan skor 3-1.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu malam paling sulit bagi Ferguson yang selama puluhan tahun mendominasi sepak bola Inggris bersama Manchester United.
Usai pertandingan, Ferguson mengakui keunggulan lawannya dengan mengatakan, "Belum pernah ada tim yang mempermalukan kami seperti itu."
Barcelona saat itu diperkuat Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan David Villa yang tampil dominan melalui gaya permainan tiki-taka yang menjadi ciri khas Guardiola.
Kesuksesan Guardiola bersama Barcelona membuat Ferguson memasukkan namanya sebagai salah satu kandidat penerus di Manchester United ketika pelatih asal Spanyol itu memutuskan meninggalkan Camp Nou pada 2012.
Ferguson kemudian mengundang Guardiola untuk makan malam di New York dan berharap sang pelatih menghubunginya sebelum menerima tawaran dari klub lain.
Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud karena Guardiola memilih bergabung dengan Bayern Munich pada Juli 2013.
Sinyal yang Tak Pernah Tertangkap
Guardiola mengaku tidak pernah merasa mendapatkan tawaran langsung untuk melatih Manchester United saat bertemu Ferguson di New York.
Menurut Guardiola, perbincangan mereka lebih banyak membahas sepak bola, Premier League, dan kehidupan secara umum.
Ia juga mengungkapkan kendala bahasa menjadi salah satu alasan mengapa tidak seluruh pembicaraan Ferguson dapat dipahaminya dengan baik.
"Dengan aksen Skotlandianya, saya kesulitan untuk mengerti. Itu pesan suara, saya akan menelponnya balik nanti," ungkap Guardiola mengenai komunikasi dengan Ferguson.
Guardiola bahkan mengingat pertemuan tersebut karena Ferguson memilih restoran yang sangat baik dan membayar seluruh jamuan makan malam.
Meski tidak pernah bergabung dengan Manchester United, Guardiola akhirnya memilih Manchester City pada 2016 dan memulai era baru di sisi lain Kota Manchester.
Keputusan itu mengubah peta persaingan sepak bola Inggris dan menjadikan Guardiola sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Manchester City setelah meraih berbagai gelar domestik maupun internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





