
Pantau - Persebaya Surabaya menjadikan hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga uji coba Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo sebagai bahan evaluasi menjelang Piala Presiden 2026.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengatakan pertandingan tersebut dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan para pemain saat menghadapi tekanan pertandingan.
Tavares mengatakan, "Kami ingin melihat siapa yang mampu bermain di bawah tekanan. Latihan dan pertandingan memiliki situasi yang sangat berbeda."
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir dan Kesalahan Tim
Tavares menjelaskan dirinya sengaja memberikan kesempatan bermain kepada hampir seluruh pemain untuk melihat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan di hadapan puluhan ribu pendukung.
Ia mengapresiasi timnya yang mampu menciptakan banyak peluang, namun mengakui masih terdapat kelemahan yang harus segera diperbaiki.
Menurutnya, Persebaya kebobolan dua gol akibat kesalahan individu maupun kolektif, sementara penyelesaian akhir belum berjalan efektif meski memiliki banyak peluang.
Pelatih asal Portugal itu juga menilai para pemain masih perlu lebih aktif bergerak tanpa bola agar aliran serangan menjadi lebih cepat dan efektif.
Ia menambahkan kombinasi permainan mulai menunjukkan perkembangan positif, meski para pemain masih membutuhkan waktu untuk memahami rencana taktik setelah menjalani masa persiapan sekitar dua pekan.
Tavares juga menyebut kondisi fisik sejumlah pemain belum sepenuhnya ideal karena baru kembali menjalani latihan sehingga performa beberapa pemain menurun setelah bermain lebih dari satu jam.
Tavares mengatakan, "Saya ingin semua pemain siap dan menciptakan persaingan di dalam tim agar kami bisa mengambil keputusan terbaik untuk meningkatkan kualitas Persebaya."
Rachmat Irianto Minta Maaf kepada Bonek dan Bonita
Kapten Persebaya Rachmat Irianto menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang pada laga tersebut.
Rachmat mengatakan pertandingan uji coba itu menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk melakukan evaluasi sebelum tampil di Piala Presiden 2026.
Rachmat mengatakan, "Terima kasih Bonek dan Bonita yang sudah mendukung kami. Saya sebagai pemain juga meminta maaf. Dengan hasil ini kami bisa banyak belajar dan akan memperbaikinya sebelum Piala Presiden bergulir."
Ia menambahkan, "Ini kesempatan yang baik buat tim untuk memperbaiki apa kekurangan dan apa kelebihannya."
- Penulis :
- Gerry Eka





