
Pantau - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyebut dukungan melalui program FIFA Forward berperan penting dalam memperkuat fondasi sepak bola Indonesia melalui pembangunan infrastruktur, pembinaan usia muda, pendidikan pelatih, sepak bola putri, hingga penguatan kelembagaan.
Erick menilai kemitraan PSSI dengan FIFA diarahkan untuk membangun sistem sepak bola nasional yang kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Bagi PSSI, kemitraan dengan FIFA adalah tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan bagi masa depan sepak bola Indonesia," ujar Erick.
PSSI juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan FIFA dalam mendampingi perkembangan sepak bola Indonesia.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan kehadiran FIFA yang terus mendampingi perkembangan sepak bola Indonesia," sambungnya.
Kerja Sama PSSI-FIFA Berkembang Usai Piala Dunia U-17
Kemitraan PSSI dan FIFA semakin berkembang setelah Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023 yang menjadi turnamen FIFA pertama di Tanah Air.
Setelah turnamen tersebut, cakupan kerja sama berkembang ke pembangunan infrastruktur sepak bola, pengembangan talenta, tata kelola organisasi, pendidikan pelatih, sepak bola putri, serta perluasan akses bermain bagi anak-anak dan komunitas.
Dalam kurun sekitar tiga tahun, sejumlah program telah dijalankan, termasuk pembangunan Pusat Latihan Nasional pertama PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pusat Latihan Nasional tersebut dibangun di kawasan seluas 34,52 hektare dengan dukungan 5,4 juta dolar AS atau sekitar Rp95 miliar melalui FIFA Forward Special Project.
Dukungan FIFA itu melengkapi investasi Pemerintah Indonesia dalam pembangunan fasilitas pusat latihan yang dirancang untuk mendukung sepak bola akar rumput, pembinaan talenta muda, serta berbagai program teknis.
Atas pengembangan proyek tersebut, PSSI menerima FIFA Forward Gold Award dalam FIFA Executive Football Summit di Miami pada Juni 2025.
Presiden FIFA Gianni Infantino menilai sepak bola Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam berbagai aspek.
FIFA juga menyatakan merasa terhormat menjadi mitra yang mendukung PSSI, pemerintah, klub, pemain, pelatih, dan seluruh komunitas sepak bola Indonesia.
"Kemajuan ini adalah hasil kerja bersama, dan peran FIFA adalah membantu membuka lebih banyak kesempatan agar potensi sepak bola Indonesia berkembang secara berkelanjutan," ungkap Infantino.
FIFA Perluas Program hingga 38 Provinsi
Dukungan FIFA turut diwujudkan melalui pembangunan dua lapangan mini FIFA Arena di sekitar sekolah-sekolah di Jakarta yang mulai dibuka pada Mei 2025 dan telah melayani sekitar 1.450 siswa.
Selain pembangunan fasilitas, program Football for Schools telah diterapkan di seluruh 38 provinsi Indonesia, termasuk menjangkau wilayah terpencil.
Program tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak mengenal sepak bola sekaligus mendukung perkembangan mereka melalui aktivitas olahraga.
Pada Juni 2026, FIFA dan PSSI juga menandatangani Host Country Agreement untuk membentuk hub FIFA di Jakarta yang mencakup 21 asosiasi anggota di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Sepak Bola Putri dan Pendidikan Pelatih Diperkuat
Kemajuan kerja sama PSSI dan FIFA juga mencakup pengembangan sepak bola putri melalui FIFA Women’s Football Development Programmes.
Dengan dukungan tersebut, PSSI meluncurkan Strategi Sepak Bola Putri pada 2024 sebagai bagian dari pengembangan sektor sepak bola perempuan di Indonesia.
PSSI kemudian terpilih sebagai satu dari hanya tiga asosiasi anggota FIFA yang mengikuti FIFA-GIZ Women Empowerment in Sports Programme.
Dukungan lain diberikan melalui FIFA Coach Education Scholarship untuk membantu meningkatkan jumlah pelatih perempuan yang memiliki lisensi.
Secara keseluruhan, kemitraan PSSI dan FIFA mencakup infrastruktur, pembinaan usia muda, pendidikan pelatih, sepak bola akar rumput, sepak bola putri, serta penguatan kelembagaan untuk membangun ekosistem sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




