
Pantau - Paris Saint-Germain (PSG) kembali mencatat sejarah di sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Arsenal FC melalui adu penalti dengan skor 4-3 pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena.
Sebelum adu penalti, kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan babak tambahan waktu hingga 120 menit.
Keberhasilan tersebut melanjutkan dominasi PSG setelah pada musim sebelumnya mengalahkan Inter Milan dengan skor 5-0 pada partai final.
Dengan gelar pada musim 2025 dan 2026, PSG menjadi juara Liga Champions dua musim berturut-turut.
PSG menjadi klub kedua yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions pada era modern kompetisi sejak musim 1992/1993.
Sebelum PSG, hanya Real Madrid CF yang mampu mempertahankan gelar pada era Liga Champions modern.
Real Madrid bahkan mencatat tiga gelar beruntun pada musim 2016, 2017, dan 2018.
Jika dihitung sejak era Piala Eropa hingga Liga Champions selama 71 tahun sejarah kompetisi, PSG menjadi klub ke-10 yang berhasil meraih gelar juara Eropa secara beruntun.
Salah satu faktor penting keberhasilan PSG adalah stabilitas skuad yang dipertahankan dalam dua musim terakhir.
Seluruh 10 pemain outfield yang menjadi starter saat mengalahkan Arsenal juga menjadi starter ketika PSG mengalahkan Inter Milan pada final musim sebelumnya.
Satu-satunya perubahan dalam susunan pemain terjadi di posisi penjaga gawang.
Pada final 2026, Matvey Safonov dipercaya tampil sebagai starter.
Safonov menggantikan Gianluigi Donnarumma yang telah pindah ke Manchester City FC pada bursa transfer musim panas sebelumnya.
Di bawah asuhan Luis Enrique, PSG menunjukkan dominasi yang konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.
Sejak awal musim lalu, klub asal Prancis tersebut berhasil mengoleksi delapan trofi dari 10 trofi yang tersedia di berbagai ajang.
Dua trofi yang gagal diraih PSG adalah Piala Dunia Antarklub musim lalu dan Coupe de France musim 2025/2026.
Keberhasilan mempertahankan gelar membuat PSG sejajar dengan klub-klub elite yang pernah menjuarai kompetisi antarklub tertinggi Eropa secara beruntun.
Daftar tersebut mencakup Real Madrid CF, SL Benfica, Inter Milan, AFC Ajax, FC Bayern Munich, Liverpool FC, Nottingham Forest FC, AC Milan, dan Real Madrid pada era modern.
Rekor juara Eropa terbanyak secara beruntun hingga kini masih dipegang Real Madrid yang menjuarai Piala Eropa lima kali berturut-turut pada 1956, 1957, 1958, 1959, dan 1960.
Jika mampu mempertahankan performa pada musim depan, PSG berpeluang menambah catatan sejarah dengan meraih gelar Liga Champions tiga musim berturut-turut dan bergabung dengan kelompok klub yang memiliki pencapaian langka di kompetisi Eropa.
- Penulis :
- Gerry Eka





