
Pantau - Pelatih timnas putri Indonesia Satoru Mochizuki meminta maaf setelah tim asuhannya kalah 0-2 dari Singapura pada pertandingan Garuda Championship Series 2026 yang berlangsung di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu malam (3/6).
Mochizuki mengaku kecewa karena timnas putri gagal meraih hasil positif meski bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Saya ingin meminta maaf dan saya merasa sangat sedih karena walaupun kita bermain di home tetapi kita kalah dalam pertandingan hari ini,” ungkap Mochizuki.
Ia menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang dan kerja keras sepanjang pertandingan.
“Pemain sudah berjuang dengan baik serta keras. Dengan tambahan arahan dari pelatih, seharusnya kedudukan bisa berbalik,” ujarnya.
Timnas Kesulitan Temukan Ritme Permainan
Mochizuki menyebut salah satu faktor utama kekalahan timnya adalah kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal laga.
Menurut pelatih asal Jepang tersebut, performa yang ditunjukkan pemain saat sesi latihan tidak mampu diterapkan secara maksimal ketika pertandingan berlangsung.
“Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik. Tetapi hari ini kesulitan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus,” katanya.
Ia mengakui seharusnya dapat memberikan arahan yang lebih baik agar para pemain tampil lebih tenang di lapangan.
“Mungkin saya bisa memberikan saran supaya pemain lebih tenang lagi dalam bermain. Memang dalam sepak bola ketika kita sudah kehilangan ritme, susah untuk membangun ritme kembali,” ujarnya.
Pemain Dinilai Tetap Mendapat Pengalaman Berharga
Mochizuki menjelaskan susunan pemain yang diturunkan pada laga tersebut dipilih berdasarkan kondisi fisik dan performa selama menjalani pemusatan latihan.
Menurutnya, para pemain yang menjadi starter merupakan pemain yang menunjukkan kesiapan terbaik setelah menjalani latihan intensif selama satu bulan.
Ia menegaskan pertandingan internasional tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kualitas pemain timnas putri Indonesia.
“Pemain tidak hanya berkembang melalui latihan atau uji coba. Melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang,” kata Mochizuki.
Kekalahan dari Singapura menjadi evaluasi bagi timnas putri Indonesia dalam menghadapi agenda dan turnamen internasional berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





