
Pantau - Tim nasional Iran dilaporkan hanya diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan selama Piala Dunia 2026 dan diwajibkan meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah laga berakhir akibat pembatasan visa yang masih berlaku bagi warga Iran.
Informasi tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, yang menjelaskan bahwa akses tim ke wilayah Amerika Serikat akan sangat terbatas selama turnamen berlangsung.
“Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus keluar lagi pada hari yang sama,” ujarnya.
Kebijakan tersebut merupakan dampak dari pembatasan visa yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah konflik politik dan diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Ketegangan kedua negara diketahui meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026.
Dampak pembatasan tersebut memaksa Timnas Iran mengubah agenda persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Rencana pemusatan latihan yang sebelumnya akan digelar di Tucson, Arizona, dibatalkan.
Sebagai gantinya, tim memindahkan markas latihan ke Tijuana, Meksiko, untuk mempermudah persiapan menjelang pertandingan.
Perubahan tersebut dilakukan agar skuad Iran tetap dapat menjalani program latihan secara optimal meski menghadapi keterbatasan akses ke Amerika Serikat.
Pada Piala Dunia 2026, Iran dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat.
Dua pertandingan akan berlangsung di Los Angeles.
Satu pertandingan lainnya akan digelar di Seattle.
Meski telah terjadi gencatan senjata dan upaya diplomasi masih berlangsung, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran tetap memengaruhi sektor olahraga internasional.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dapat berdampak langsung terhadap mobilitas atlet, persiapan tim nasional, serta penyelenggaraan turnamen olahraga berskala internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka





