HOME  ⁄  Sepakbola

Prancis dan Senegal Kembali Berjumpa di Piala Dunia 2026 dengan Bayang-Bayang Sejarah 2002

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prancis dan Senegal Kembali Berjumpa di Piala Dunia 2026 dengan Bayang-Bayang Sejarah 2002
Foto: (Sumber :Dokumentasi lawan yang akan dihadapi timnas sepak bola Senegal di Grup I Piala Dunia 2026. FIFA (ANTARA).)

Pantau - Laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Senegal kembali membangkitkan memori pertemuan bersejarah pada edisi 2002 ketika Senegal mengejutkan dunia dengan mengalahkan Les Bleus pada laga pembuka turnamen.

Pertandingan kali ini tidak hanya mempertemukan dua tim kuat, tetapi juga sarat nilai historis mengingat hubungan panjang antara Prancis sebagai bekas negara penjajah dan Senegal yang meraih kemerdekaan pada 4 April 1960.

Ikatan Sejarah dan Jejak Pemain Berdarah Prancis

Senegal memiliki hubungan budaya dan emosional yang kuat dengan Prancis karena sejarah kolonial serta banyaknya pemain yang lahir atau berkembang di negara Eropa tersebut.

Sebanyak 10 dari 26 pemain Senegal lahir di Prancis, termasuk seluruh penjaga gawang mereka, sementara mayoritas skuad Singa Teranga berkarier di kompetisi Eropa, terutama Liga Inggris dan Liga Prancis.

Di kubu Prancis, 10 dari 26 pemain Les Bleus juga memiliki darah Afrika, termasuk Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Aurelien Tchouameni, N'Golo Kante, Rayan Cherki, dan Michael Olise.

Duel Sarat Prestise di Panggung Dunia

Senegal tampil untuk keempat kalinya di Piala Dunia setelah debut sensasional pada 2002 yang berakhir dengan pencapaian perempat final, sementara Prancis datang sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan dua gelar juara Piala Dunia pada 1998 dan 2018.

Pertemuan kedua negara kembali menjadi sorotan karena mempertemukan sejarah panjang di luar lapangan dengan persaingan olahraga di panggung terbesar sepak bola dunia.

Apabila Prancis mampu membalas kekalahan yang mereka alami pada 2002, keberhasilan tersebut akan menjadi pencapaian penting dalam perjalanan Les Bleus di bawah arahan pelatih Didier Deschamps.

Penulis :
Aditya Yohan