
Pantau - Timnas Kanada akan menghadapi Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, California, Amerika Serikat, pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 02.00 WIB, dalam laga yang diperkirakan berlangsung ketat setelah kedua tim menunjukkan performa berbeda sepanjang fase grup.
Kanada semula mempersiapkan diri menghadapi Korea Selatan sebelum hasil pertandingan berubah sehingga harus berhadapan dengan Afrika Selatan yang lolos setelah mengalahkan Korea Selatan.
Meski Afrika Selatan berada di peringkat 54 dunia dan Korea Selatan menempati peringkat 28 dunia, kemenangan Bafana Bafana membuat Kanada tidak dapat meremehkan calon lawannya.
Kanada Andalkan Kembalinya Alphonso Davies
Kanada memasuki fase gugur setelah menelan kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir fase grup yang memperlihatkan penurunan performa, terutama di lini tengah.
Penurunan tersebut terjadi setelah gelandang Ismael Kone mengalami cedera serius akibat tekel pemain Qatar sehingga meninggalkan kekosongan di sektor tengah.
Sebelum menghadapi Swiss, Kanada mampu mendominasi laga melawan Bosnia dan Qatar dengan rata-rata penguasaan bola mencapai 69 persen serta 162 kali memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan.
Meski kalah dari Swiss, Kanada tetap menciptakan 13 peluang dengan tujuh tembakan tepat sasaran.
Pelatih Jesse Marsch memastikan kapten Alphonso Davies telah pulih dari cedera hamstring yang membuatnya absen sejak Mei dan siap kembali bermain.
Kehadiran Davies dinilai akan menambah energi, meningkatkan moral tim, menghadirkan pengalaman di level tertinggi, serta memaksa lawan menyesuaikan strategi permainan.
Nathan Saliba juga menjadi salah satu andalan Kanada setelah mencatatkan satu gol dan dua assist dari dua pertandingan.
Jonathan David tetap menjadi tumpuan di lini depan dengan tingkat probabilitas gol (expected goals/xG) yang disebut berada di atas Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe.
Afrika Selatan Datang dengan Kepercayaan Diri
Afrika Selatan melaju ke fase gugur setelah melalui fase grup dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko, hasil imbang melawan Republik Ceko, dan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan.
Selama fase grup, Afrika Selatan mencetak dua gol dan kebobolan tiga gol.
Thapelo Maseko menjadi pemain yang perlu diwaspadai setelah mencetak gol kemenangan atas Korea Selatan sekaligus menjadi pemain Afrika Selatan dengan jumlah percobaan tembakan terbanyak.
Lini tengah Afrika Selatan diperkuat Teboho Mokoena, Thalente Mbatha, dan Oswin Appollis yang menjadi motor permainan melalui pressing agresif, kemampuan merebut bola, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Saat menghadapi Korea Selatan, pressing Afrika Selatan mampu meredam lawan meski Korea Selatan tercatat 82 kali memasuki sepertiga akhir lapangan.
Kanada memiliki catatan ofensif lebih baik dengan delapan gol dan tiga kali kebobolan selama fase grup, sedangkan Afrika Selatan mencetak dua gol dan kebobolan tiga gol.
Dua dari tiga gol yang bersarang ke gawang Afrika Selatan pada fase grup berasal dari serangan melalui sisi kiri pertahanan, yang juga merupakan salah satu jalur serangan utama Kanada.
Kehadiran Alphonso Davies dinilai dapat menjadi pembeda bagi Kanada dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung seimbang, sementara pemenang laga ini akan menghadapi Belanda atau Maroko pada babak 16 besar di Houston pada 4 Juli 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka





