HOME  ⁄  Sepakbola

Brasil Berburu Kemenangan Perdana atas Norwegia pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Brasil Berburu Kemenangan Perdana atas Norwegia pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Foto: Grafik ilustrasi pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Norwegia yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) waktu setempat

Pantau - Timnas Brasil berpeluang mengakhiri rekor belum pernah menang atas Norwegia saat kedua tim bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York-New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 6 Juli 2026 WIB, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Brasil Andalkan Lini Depan dan Pengalaman

Brasil datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Jepang 2-1 pada babak 32 besar dan baru kebobolan dua gol sejak fase grup.

Meski demikian, Selecao belum pernah mengalahkan Norwegia dalam empat pertemuan sebelumnya dengan catatan dua kekalahan dan dua hasil imbang.

Kekalahan yang paling dikenang terjadi pada fase grup Piala Dunia 1998 ketika Brasil takluk 1-2 dari Norwegia.

Pelatih Carlo Ancelotti mengandalkan lini depan yang memadukan kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan fleksibilitas posisi.

Vinicius Junior menjadi ancaman utama Brasil melalui penetrasi dari sisi kiri dan saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim di turnamen.

Matheus Cunha berperan aktif menjemput bola serta membuka ruang bagi Vinicius Junior dan pemain sayap lainnya.

Penampilan Rayan selama Raphinha cedera juga memberikan energi baru melalui tekanan tinggi dan pergerakan vertikal di sisi kanan.

Carlo Ancelotti mengonfirmasi Neymar telah pulih dan siap bermain, sementara Raphinha juga telah kembali berlatih.

Di lini tengah, Bruno Guimaraes menjadi motor permainan dengan kemampuan mengatur tempo, mengalirkan umpan vertikal, serta menciptakan peluang.

Bruno Guimaraes telah mencatat empat assist, terbanyak di skuad Brasil.

Casemiro tetap menjadi jangkar lini tengah dengan keunggulan membaca permainan, memutus serangan lawan, memenangkan duel udara, serta menjadi ancaman dalam situasi bola mati.

Cedera Lucas Paqueta membuat tanggung jawab membangun serangan lebih banyak berada di pundak Bruno Guimaraes.

Lini belakang yang dipimpin Marquinhos bersama kiper Alisson Becker tampil solid sepanjang turnamen, meski belum menghadapi penyerang dengan kualitas seperti Erling Haaland.

Norwegia Andalkan Haaland dan Rekor Positif

Norwegia mencatat sejarah dengan lolos ke babak gugur Piala Dunia setelah mengalahkan Pantai Gading 2-1 pada babak 32 besar.

Tim asuhan Stale Solbakken mengandalkan duet Erling Haaland dan Martin Odegaard sebagai kekuatan utama.

Haaland telah mencetak lima gol sepanjang turnamen dan menempati posisi ketiga dalam persaingan Sepatu Emas.

Norwegia juga memiliki keunggulan dalam transisi cepat serta penyelesaian akhir.

Brasil dinilai sedikit lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman di pertandingan besar, namun rekor pertemuan menunjukkan Norwegia bukan lawan yang mudah bagi Selecao.

Perkiraan susunan pemain Brasil adalah Alisson Becker; Vanderson, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Guilherme Arana; Casemiro, Bruno Guimaraes, Gerson; Raphinha, Vinicius Junior, dan Matheus Cunha.

Perkiraan susunan pemain Norwegia adalah Orjan Nyland; Julian Ryerson, Leo Ostigard, Kristoffer Ajer, Birger Meling; Sander Berge, Patrick Berg, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, dan Alexander Sorloth.

Penulis :
Gerry Eka