HOME  ⁄  Sepakbola

Real Madrid Kecam Pernyataan Rasis Senator Paraguay terhadap Kylian Mbappe

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Real Madrid Kecam Pernyataan Rasis Senator Paraguay terhadap Kylian Mbappe
Foto: (Sumber :Pemain Prancis Kylian Mbappe berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Senegal dalam laga penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Selasa waktu setempat. Prancis menang 3-1 atas Senegal. X/FifaWorldCup.)

Pantau - Real Madrid mengecam keras pernyataan bernada rasial yang dilontarkan Senator Paraguay Celeste Amarilla kepada penyerang Kylian Mbappe setelah laga Prancis melawan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu, Real Madrid menyebut ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang wakil rakyat dan menegaskan dukungan penuh kepada Mbappe.

Real Madrid Tegaskan Tolak Rasisme

Real Madrid menyatakan Mbappe merupakan sosok panutan bagi jutaan orang di seluruh dunia, terutama anak-anak.

Klub juga menilai perilaku yang memicu kebencian tidak memiliki tempat dalam masyarakat karena sepak bola dan olahraga merupakan simbol kesetaraan serta solidaritas.

"Real Madrid akan terus berupaya untuk menghapuskan rasisme, xenofobia, dan kekerasan untuk selamanya," demikian pernyataan resmi klub.

Mbappe dan FFF Ambil Sikap

Sebelumnya, Celeste Amarilla melontarkan pernyataan bernada rasial setelah Prancis mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Mbappe menegaskan komentar Amarilla tidak mewakili rakyat Paraguay maupun tim nasional sepak bola negara tersebut yang telah bertanding dengan penuh sportivitas sepanjang turnamen.

Mbappe juga menyatakan tindakan tersebut mengalihkan perhatian dunia dari pencapaian timnas Paraguay di Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) turut mengecam pernyataan Amarilla dengan menyebutnya sebagai tindakan yang "mengerikan dan tidak bisa diterima".

FFF menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait pernyataan tersebut serta menegaskan dukungannya kepada Mbappe sebagai korban serangan rasial.

Penulis :
Ahmad Yusuf