
Pantau - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga merespons keresahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto karena tim nasional Indonesia belum berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, dengan menilai Presiden memahami pentingnya dukungan pemerintah melalui anggaran negara untuk mendorong prestasi sepak bola nasional, Jumat (10/7/2026) di Jakarta.
Keresahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis.
Presiden mengaku belum puas meski Indonesia telah berhasil menerapkan program biodiesel B50 karena Tim Garuda belum mampu tampil di putaran final Piala Dunia.
Prabowo menilai sepak bola merupakan bagian dari kehormatan bangsa sehingga upaya membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia harus menjadi perhatian serius.
Ia mengatakan, "Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Nah itu saya masih...Jadi, saya resah, terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tetapi tidak masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas."
Presiden kemudian meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencari cara agar Indonesia dapat lolos ke Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Presiden juga bertanya kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dukungan yang diperlukan untuk mewujudkan target tersebut.
Respons PSSI terhadap Dukungan Pemerintah
Arya Sinulingga menyebut Presiden Prabowo langsung mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah menyampaikan keresahannya.
Arya mengatakan, "Ya kan jelas ya Pak Prabowo nyari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung nyari juga Menkeu (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa). Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN."
Menurut Arya, langkah tersebut menunjukkan Presiden memahami perlunya dukungan pemerintah terhadap sepak bola Indonesia melalui pendanaan dari APBN.
Ia menambahkan, "Kan itu clear tuh karena dia seperti itu. Jadi kita butuh dukungan juga support seperti itu dari Menkeu, pendanaan."
Arya juga menyebut Presiden selama ini mendukung kebijakan naturalisasi pemain untuk memperkuat Tim Garuda.
Ia mengatakan, "Dan Pak Prabowo jelas ya dia kalau untuk hal lain naturalisasi dan sebagainya beliau sangat support. Dan sekarang beliau lihat ini butuh pendanaan, beliau juga support. Mudah-mudahan kita 2030 bisa ke sana gitu."
Evaluasi Kegagalan dan Target Piala Dunia 2030
Tim Garuda gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat babak kualifikasi pada Oktober tahun lalu.
Dua kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal mengamankan satu tiket wakil Asia menuju putaran final.
Arya berharap kegagalan menuju Piala Dunia 2026 tidak terulang pada siklus berikutnya karena berbagai pembenahan telah mulai dilakukan.
Salah satu fokus pembenahan yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas kompetisi liga nasional sebagai bagian dari persiapan menuju target Piala Dunia 2030.
Arya mengatakan, “Ya wajar, semua negara juga pasti pengen ke sana dan kan kemarin kita sudah berjuang tuh, sudah berjuang menuju ke sana. Capaian kita kemarin itu tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya ya mudah-mudahan yang kemarin lebih dari yang kemarin. Nah ini yang dilakukan.”
- Penulis :
- Shila Glorya





