HOME  ⁄  Sepakbola

Harry Kane Sebut Mentalitas Inggris Jadi Kunci Kebangkitan atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Harry Kane Sebut Mentalitas Inggris Jadi Kunci Kebangkitan atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Foto: Harry Kane, Jude Bellingham dan Morgan Rogers merayakan sukses Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 serelah mengalahkan Norwegian di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026.

Pantau - Kapten tim nasional Inggris Harry Kane memuji mentalitas dan semangat juang rekan-rekannya setelah Three Lions bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Norwegia 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 dan memastikan tiket ke semifinal.

Inggris sempat tertinggal setelah Norwegia unggul melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36 sebelum tim asuhan Thomas Tuchel membalikkan keadaan lewat dua gol Jude Bellingham.

Kane Puji Peran Jude Bellingham

Harry Kane menilai pertandingan berlangsung seimbang dari sisi penguasaan bola maupun peluang yang diciptakan kedua tim.

"Pertandingan berjalan cukup seimbang dari segi penguasaan bola dan peluang. Namun, ketika Anda memiliki orang seperti Jude yang bisa mengubah pertandingan untuk kami seperti yang dia lakukan lagi hari ini, itu jelas menjadi faktor besar," ungkapnya.

Menurut Kane, kualitas individu Bellingham menjadi salah satu faktor penting yang membantu Inggris membalikkan keadaan pada laga tersebut.

Semangat Juang Jadi Penentu Kemenangan

Kane menegaskan karakter kuat dan semangat juang para pemain menjadi kunci keberhasilan Inggris meraih kemenangan.

"Semangat dan keinginan para pemainlah yang membawa kami melewati pertandingan ini," ujarnya.

Jude Bellingham menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu babak pertama melalui aksi individual di depan gawang sebelum mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 dengan memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Morgan Rogers yang ditepis kiper Orjan Nyland.

Kemenangan tersebut membawa Inggris melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang pertandingan antara Argentina dan Swiss.

Penulis :
Gerry Eka