
Pantau - Gelandang tim nasional Argentina Alexis Mac Allister menegaskan skuadnya tidak merasakan tekanan menjelang menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7), meski berstatus sebagai juara bertahan.
Argentina Tetap Waspadai Kekuatan Inggris
Mac Allister mengatakan pengalaman tampil di semifinal Piala Dunia menjadi modal penting bagi Argentina menghadapi laga besar tersebut.
"Kami tidak merasakan tekanan. Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ungkap Mac Allister.
Meski demikian, pemain Liverpool itu menilai Inggris tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya karena memiliki banyak pemain berkualitas dan ditangani pelatih Thomas Tuchel.
"Inggris mempunyai sederet pemain yang luar biasa dan mereka ditangani pelatih yang bagus. Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini (di Piala Dunia 2026-red)," ujarnya.
Mac Allister menegaskan Argentina selalu menghormati setiap lawan dengan menampilkan permainan terbaik demi meraih kemenangan.
"Kami akan melakukan setiap usaha terbaik yang kami bisa," kata Mac Allister.
Tim Tango Kejar Tiket Final dan Pertahankan Gelar
Argentina membawa ambisi mempertahankan gelar juara Piala Dunia yang diraih pada edisi 2022 dengan menargetkan kemenangan atas Inggris untuk melaju ke partai final.
Sepanjang sejarah, Argentina dan Inggris telah bertemu 14 kali dengan Inggris meraih enam kemenangan, Argentina tiga kemenangan, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 1998 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2.
Salah satu laga paling bersejarah Argentina melawan Inggris terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak dua gol ikonik, yakni gol "tangan Tuhan" dan "yang terbaik abad ini", untuk membawa Argentina menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
Hingga kini Argentina telah mengoleksi tiga gelar Piala Dunia pada 1978, 1986, dan 2022, sedangkan Inggris baru sekali menjadi juara pada 1966.
- Penulis :
- Aditya Yohan





