
Pantau - Argentina dan Spanyol dinilai berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 bukan hanya karena kualitas pemain, tetapi juga keberanian pelatih mengambil risiko dalam pertandingan-pertandingan penting.
Pandangan tersebut disampaikan dalam ulasan yang menyoroti pendekatan taktik kedua finalis Piala Dunia 2026.
Argentina Bangkit Lewat Pergantian Berisiko
Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan saat menghadapi Inggris di Stadion Atalanta, Amerika Serikat, Kamis.
La Albiceleste tertinggal lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55.
Pelatih Lionel Scaloni kemudian melakukan lima pergantian pemain, termasuk memasukkan Nico Gonzalez menggantikan Leandro Paredes pada menit ke-64 untuk menambah daya serang.
Scaloni juga memasukkan Lautaro Martinez pada menit ke-81 dengan menarik bek kiri Nicolas Tagliafico sebagai bagian dari strategi menyerang total.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil setelah Argentina mencetak dua gol dalam tujuh menit terakhir untuk mengamankan kemenangan dan lolos ke final Piala Dunia 2026.
Kemenangan itu sekaligus membawa Lionel Messi tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah edisi 2014 dan 2022.
Inggris Dinilai Terlalu Bertahan
Dalam ulasan tersebut, pelatih Inggris Thomas Tuchel dinilai memilih pendekatan yang lebih defensif setelah timnya unggul.
Keputusan memperkuat lini pertahanan sejak pertengahan babak kedua disebut memberikan ruang bagi Argentina untuk terus menekan hingga membalikkan keadaan.
Keberanian pelatih mengambil risiko dinilai menjadi salah satu faktor pembeda yang mengantarkan Argentina dan Spanyol melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan





