HOME  ⁄  Sepakbola

Tim Sepak Bola CP Indonesia Memanggil 27 Pemain untuk Seleksi Akhir Menuju IFCPF World Cup 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tim Sepak Bola CP Indonesia Memanggil 27 Pemain untuk Seleksi Akhir Menuju IFCPF World Cup 2026
Foto: Pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis 23/07/2026 (sumber: NPC INDONESIA/Agung Wahyudi)

Pantau - Tim sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia memanggil 27 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai persiapan menghadapi IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, pada 14-23 Oktober 2026.

Pemusatan latihan tersebut menjadi tahap akhir sebelum tim pelatih menentukan skuad utama yang akan didaftarkan untuk tampil pada ajang bergengsi dunia tersebut.

Seleksi Skuad dan Fokus Persiapan

Pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengatakan hanya 14 pemain yang akan didaftarkan mengikuti IFCPF World Cup 2026.

Meski demikian, tim pelatih berencana membawa pemain lebih dari 14 orang ke Amerika Serikat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi cedera.

“Pemain yang didaftarkan ke World Cup itu ada 14 pemain, tetapi yang akan kami bawa (ke Amerika) lebih dari 14, sebagai antisipasi karena ada pemain yang sedang mengalami cedera,” ungkap Dhuma.

Pemanggilan 27 pemain dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penampilan tim Indonesia pada IFCPF Asia Oceania Cup 2025 dan ASEAN Para Games 2025.

Tim pelatih juga memanggil sejumlah pemain baru dengan klasifikasi FT2 untuk menyesuaikan kebutuhan komposisi skuad.

“Beberapa pemain baru yang kami panggil klasifikasinya sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan tim. Pemain baru ini kebanyakan dari FT2, karena untuk FT3 sudah ada banyak pilihan. Ini cocok sekali dengan kebutuhan tim,” ujar Dhuma.

Dalam sepak bola cerebral palsy, pemain dibagi ke dalam tiga klasifikasi berdasarkan tingkat hambatan, yakni FT1 untuk hambatan berat, FT2 untuk hambatan sedang, dan FT3 untuk hambatan ringan.

Pada setiap pertandingan, masing-masing tim menurunkan tujuh pemain dengan ketentuan maksimal satu pemain FT3, minimal satu pemain FT1, sementara posisi lainnya dapat diisi pemain FT2.

Kondisi Tim dan Optimisme Pemain

Dhuma menyampaikan para pemain datang ke pemusatan latihan dengan kondisi fisik yang dinilai hampir siap setelah menjalani program latihan dan pemantauan secara daring selama dua bulan terakhir.

Fokus utama tim pelatih saat ini adalah meningkatkan aspek taktik dan teknis permainan, sembari terus memperbaiki kebugaran beberapa pemain yang masih membutuhkan peningkatan kondisi fisik.

“Dari segi fisik, teman-teman datang ke sini dengan kondisi hampir siap karena kami memberikan program online monitoring selama dua bulan. Sekarang kita tinggal fokus di taktik dan teknis, walaupun fisiknya juga akan kita tingkatkan lagi karena ada beberapa yang kurang,” kata Dhuma.

Kapten tim Indonesia, Yahya Hernanda, menilai proses seleksi memberikan dampak positif karena menciptakan persaingan yang sehat di antara seluruh pemain.

Ia mengungkapkan seluruh pemain menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seleksi, termasuk para pemain baru yang dinilai memiliki kualitas untuk melengkapi kebutuhan tim.

“Seleksi ini sangat bagus agar ada persaingan yang sehat diantara para pemain. Terlihat semuanya sangat antusias. Ada (pemain baru) yang kualitasnya bagus, yang mungkin bisa melengkapi puzzle-puzzle dari tim sebelumnya,” ungkap Yahya.

Yahya berharap waktu persiapan yang masih tersedia dapat dimanfaatkan untuk membangun chemistry antarpemain sehingga kualitas tim terus meningkat.

“Di waktu yang tersisa ini, kami berharap bisa membangun chemistry yang positif, bisa meningkatkan kualitas tim dan menjadi tim yang lebih solid lagi,” ujarnya. 

Penulis :
Arian Mesa