
Pantau - Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026 akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Jakarta dengan melibatkan lebih dari seribu peserta dari kategori umum, Polri, dan disabilitas yang akan bertanding menggunakan sistem gugur untuk memperebutkan sertifikat, medali, piala, dan uang pembinaan.
Pertandingan akan digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu.
Ketua Seksi Humas Piala Kapolri 2026 Irjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan, "Pertandingan akan berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu."
Total peserta terdiri atas 591 peserta kategori umum, 558 peserta kategori Polri, dan 70 atlet disabilitas.
Kategori Pertandingan dan Sistem Kompetisi
Kategori umum mempertandingkan kelompok umur pemula U-15, remaja U-17, dan taruna U-19.
Peserta kategori umum merupakan atlet peringkat 1 hingga 32 nasional.
Lima sektor yang dipertandingkan pada kategori umum meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Kategori Polri diikuti oleh perwakilan kepolisian daerah serta satuan kerja Markas Besar Polri.
Nomor yang dipertandingkan pada kategori Polri adalah beregu putra.
Format beregu putra menggunakan tiga partai ganda putra yang terdiri atas satu pasangan dengan total usia minimal 85 tahun, satu pasangan dengan total usia minimal 60 tahun, dan satu pasangan tanpa batasan usia.
Kategori disabilitas diikuti oleh 70 atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang berasal dari 10 provinsi.
Nomor yang dipertandingkan pada kategori disabilitas meliputi tunggal putra WH1/WH2 gabungan, tunggal putra SL3, tunggal putra SL4, tunggal putra SU5, tunggal putri SL3/SL4/SU5 gabungan, serta tunggal SH6 putra-putri gabungan.
Ahmad mengatakan, "Pembagian berdasarkan klasifikasi ini untuk memastikan pertandingan berlangsung kompetitif dan adil serta memberikan kesempatan yang setara untuk berprestasi."
Ajang Pembinaan dan Penguatan Sinergi
Ahmad mengatakan Piala Kapolri tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi.
Menurut Ahmad, kejuaraan ini juga bertujuan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Polri ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, persatuan, dan kesempatan yang inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas."
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi bulu tangkis nasional.
Ricky mengatakan, "Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen Kapolri dalam mendukung bulu tangkis nasional. Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi yang positif bagi prestasi bulu tangkis Indonesia."
Menurut Ricky, kejuaraan ini memberikan kesempatan kepada para atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Ricky juga optimistis Piala Kapolri 2026 akan berlangsung kompetitif dan menjadi wadah untuk menemukan atlet-atlet potensial Indonesia.
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan keterlibatan atlet disabilitas membantu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas dapat berperan bagi bangsa dan negara.
Menurut Ukun, Piala Kapolri memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan atlet disabilitas di provinsi masing-masing.
Ukun menambahkan kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan kontingen Indonesia menghadapi Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan target meraih hasil maksimal.
- Penulis :
- Leon Weldrick





