
Pantau - Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi terus fokus meningkatkan catatan waktu untuk mempertahankan posisi sebagai peringkat satu dunia disiplin speed putri berdasarkan Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).
Fokus Pecahkan Catatan Waktu Terbaik
Desak Made mengatakan peningkatan performa menjadi prioritas utama agar mampu mempertahankan dominasinya di tingkat dunia.
Ia mengungkapkan, “Saya lebih ke meningkatkan kapasitas dalam memanjat ya, meningkatkan catatan waktu.”
Atlet asal Kabupaten Buleleng itu saat ini memimpin peringkat dunia setelah menjuarai World Climbing Series Krakow di Polandia dengan total 3.670 poin.
Catatan waktu terbaiknya sejauh ini adalah 6,07 detik yang dibukukan pada World Climbing Asia Championship (WCAC) 2026 di Meishan, Tiongkok.
Ia mengatakan, “Catatan waktu terbaik saya di kompetisi 6,07 detik, jadi kalau bisa agar di bawah 6,07 detik.”
Desak mengakui persaingan di nomor speed putri semakin ketat karena banyak atlet dari berbagai negara mampu mencatatkan waktu di bawah 6,5 detik.
Ia mengungkapkan, “Semua negara itu persaingannya sudah sangat ketat, semuanya sudah bisa mencatat waktu 6,5 ke bawah, jadi sekarang lebih ke keyakinan pada diri sendiri bagaimana fokus. Kalau sudah fokus pada diri sendiri saya yakin saya bisa.”
Bidik Asian Games dan Dorong Regenerasi Atlet
Selain meningkatkan kemampuan memanjat, Desak akan kembali aktif mengikuti berbagai seri World Cup setelah fokus menghadapi Asian Games.
Ia menuturkan, “Mungkin saya akan fokus ke Asian Games dulu, setelah Asian Games, mungkin kalau ada lagi seri World Cup yang saya lihat masih ada di Amerika dan di China, di situ mengejarnya.”
Dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Desak juga mendorong pembangunan fasilitas latihan berupa dinding panjat bertaraf internasional untuk mendukung regenerasi atlet di Bali.
Ia mengatakan, “Wah, regenerasi sudah mulai banyak, dengan postur tubuh, dengan kapasitas mereka memanjat, itu sudah banyak sekarang, Jadi saya berharap di Bali cepat dibangun dinding panjat bertaraf internasional, itu bisa menambah semangat atlet berlatih.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





