HOME  ⁄  Nasional

Koster Pastikan Penerbangan Internasional Bali Tetap Lancar meski Erupsi Anak Krakatau Ganggu 108 Penerbangan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Koster Pastikan Penerbangan Internasional Bali Tetap Lancar meski Erupsi Anak Krakatau Ganggu 108 Penerbangan
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster pastikan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tak pengaruhi penerbangan internasional, Denpasar, Senin 7/9/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster memastikan penerbangan internasional dari dan menuju Bali tetap berjalan lancar meski sedikitnya 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai terdampak pembatalan maupun pergeseran jadwal akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gangguan penerbangan sejak Minggu, 6 September, hingga Senin siang tersebut terutama terjadi pada penerbangan domestik yang menghubungkan Bali dengan Jakarta serta sejumlah daerah lain melalui Pulau Jawa.

"Kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional yang ke Bali, sama sekali tidak ada gangguan, tetap berjalan lancar jadi tidak ada masalah," kata Koster.

Penerbangan Domestik dari Jakarta Terganggu

Koster menjelaskan gangguan penerbangan domestik terutama terjadi karena sebagian besar pergerakan penumpang menuju Bali berasal dari Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Penutupan sementara tersebut membuat penerbangan dari dan menuju Jakarta terhenti serta berdampak pada penerbangan daerah lain yang memiliki konektivitas melalui Jakarta.

Koster memastikan calon penumpang yang terdampak gangguan penerbangan di Bali telah ditangani pengelola bandara dan maskapai, termasuk melalui pengembalian dana tiket.

Menurut dia, penumpang dapat memahami situasi tersebut karena gangguan penerbangan dipicu peristiwa alam, sementara sejumlah orang yang tidak bisa kembali sesuai jadwal harus menambah waktu menginap di Bali.

"Sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada pengembalian dana tiket, dan penumpang sangat memahami situasi karena ini ada peristiwa alam, tidak bisa balik jadi menambah hari untuk menginap," ungkap Koster.

Koster meyakini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tidak berdampak terhadap sektor pariwisata Bali secara keseluruhan karena penerbangan internasional tetap berjalan normal.

Ia menyebut tren kunjungan wisatawan ke Bali masih positif, meski jumlah wisatawan domestik mengalami penurunan signifikan akibat terganggunya penerbangan dari Jakarta.

Dalam kondisi normal, kedatangan penumpang domestik di Bali berada pada kisaran 12 ribu hingga 16 ribu orang per hari.

"Kalau yang domestik tentu saja ini terganggu, kan penerbangan ke Bali ini paling banyak dari Jakarta, ini sejak kemarin tapi hari ini saya belum cek, kemarin itu praktis mengalami penurunan jauh karena situasi normal sekitar 12 sampai 16 ribu orang domestik per hari," kata Koster.

Antrean Ketapang–Gilimanuk Masih Capai Lima Kilometer

Pemerintah Provinsi Bali juga memperhatikan kemungkinan peralihan perjalanan dari transportasi udara menuju jalur darat menyusul terganggunya sejumlah penerbangan.

Koster mengatakan jalur darat saat ini menghadapi kendala berupa antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Menurut Koster, antrean tersebut bukan disebabkan masalah penyeberangan di Gilimanuk, Bali, melainkan proyek perluasan dermaga di Ketapang sebagai persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2027.

Pekerjaan fisik tersebut mengganggu arus kendaraan, meski panjang antrean disebut mulai berkurang dan saat ini berada pada kisaran empat hingga lima kilometer.

"Yang di Gilimanuk, itu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memang ada pekerjaan di Ketapang, sehingga tentu saja ada pekerjaan fisik ada gangguan rute pasti tapi sudah berkurang masih kira-kira 4-5 km," kata Koster.

Pemerintah Provinsi Bali berharap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda sehingga lalu lintas penerbangan dapat kembali pulih.

Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Minggu, 6 September, hingga Senin siang, sedikitnya 108 penerbangan mengalami pembatalan maupun pergeseran jadwal, terutama pada konektivitas Bali dengan sejumlah titik penting di Pulau Jawa.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026