
Pantau - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menyiagakan 108 personel di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan personel berasal dari sejumlah satuan kepolisian dengan dukungan unsur TNI dan Aviation Security (Avsec).
Sebanyak 108 personel tersebut terdiri atas 30 personel Direktorat Samapta Polda Sumut, 10 personel Direktorat Pam Obvit Polda Sumut, 60 personel Polresta Deli Serdang, serta unsur TNI dan Avsec.
"Kami melakukan pengamanan dan pelayanan untuk memastikan situasi di Bandara Kualanamu tetap kondusif di tengah gangguan operasional penerbangan," kata Ferry.
Personel Disebar di Titik Strategis Bandara
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Bandara Kualanamu, antara lain posko reaksi cepat, area informasi keberangkatan, dan pintu kedatangan.
Petugas juga melakukan patroli di kawasan terminal serta lingkungan sekitar bandara untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kehadiran personel diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat yang terdampak perubahan jadwal penerbangan," ungkap Ferry.
Personel turut disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya keluhan penumpang akibat gangguan penerbangan.
Kepolisian juga mengantisipasi antrean panjang di area pelayanan maskapai serta potensi kepadatan pada akses menuju bandara dan terminal penumpang.
Personel terus memantau perkembangan situasi di Bandara Kualanamu dan berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai penerbangan, TNI, Avsec, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain memberikan pelayanan keamanan, petugas menyediakan pelayanan kesehatan bagi penumpang yang membutuhkan.
"Kami juga memberikan pelayanan kesehatan kepada penumpang yang membutuhkan," kata Ferry.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman serta memperoleh bantuan dan informasi yang diperlukan selama berada di Bandara Kualanamu.
Polda Sumut mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola Bandara Kualanamu mengenai perkembangan jadwal penerbangan.
Sebanyak 51 Penerbangan Kualanamu Mengalami Penyesuaian
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu menyebut sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Mohamad Hikmat Hidayat mengatakan penyesuaian tersebut masih berdasarkan data sementara.
"Data sementara sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian," kata Hikmat.
Penyesuaian terjadi setelah operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengalami gangguan.
Kedua bandara tersebut terpaksa ditutup karena terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma turut berdampak terhadap penerbangan di Kualanamu, terutama penerbangan yang memiliki koneksi dengan kedua bandara tersebut.
"Kondisi tersebut berdampak bagi penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP," ungkap Hikmat.
- Penulis :
- Shila Glorya




