HOME  ⁄  Sepakbola

Asosiasi Liga-Liga Eropa Menolak Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Asosiasi Liga-Liga Eropa Menolak Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025. (ANTARA/Mustafa Yalçın - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues) secara resmi menolak rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta karena dinilai mengancam fondasi sepak bola dan berpotensi memberikan kendali jangka panjang kepada pihak swasta atas turnamen paling bergengsi di dunia.

European Leagues Nilai Rencana FIFA Mengancam Sepak Bola

Presiden European Leagues Claudius Schafer menyatakan para pemimpin sepak bola memiliki tanggung jawab untuk menolak usulan tersebut demi menjaga keberlanjutan olahraga itu.

Ia mengungkapkan, "Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini, bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat, berkelanjutan, dan setia pada nilai-nilai yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia."

Organisasi tersebut menyampaikan penolakan itu melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs European Leagues pada Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut European Leagues, rencana FIFA mencari investor swasta untuk anak perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan penyelenggaraan Piala Dunia merupakan langkah ceroboh yang dapat memecah belah ekosistem sepak bola.

Organisasi itu menegaskan Piala Dunia bukan aset pribadi Presiden FIFA yang dapat diperjualbelikan karena nilai kompetisi tersebut dibangun oleh liga, klub, pemain, dan suporter yang selama ini tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Kritik Transparansi dan Langkah Hukum terhadap FIFA

European Leagues menilai keberhasilan sepak bola selama ini lahir dari sistem piramida terbuka yang menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional sehingga peluang komersial seharusnya memperkuat sistem tersebut, bukan mengubahnya.

Organisasi itu juga mengkritik proses penyusunan proposal FIFA yang dinilai tidak transparan dan dilakukan secara sepihak.

Selain menolak rencana penjualan saham Piala Dunia, European Leagues menyatakan telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa dengan tuduhan FIFA menyalahgunakan posisi dominan melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dinilai melanggar hukum persaingan Uni Eropa.

Mereka menegaskan setiap perubahan terkait kalender maupun kompetisi harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sebagaimana ditekankan Mahkamah Uni Eropa dalam putusan perkara European Super League pada 2023.

European Leagues menyatakan akan terus bekerja sama dengan UEFA untuk melindungi kepentingan jangka panjang sepak bola serta berharap federasi dan asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara ikut mencermati secara kritis usulan Presiden FIFA tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf