HOME  ⁄  Sepakbola

FIFPRO Desak FIFA Lakukan Reformasi Tata Kelola demi Lindungi Kepentingan Pesepak Bola Profesional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

FIFPRO Desak FIFA Lakukan Reformasi Tata Kelola demi Lindungi Kepentingan Pesepak Bola Profesional
Foto: (Sumber :Ilustrasi logo asosiasi pesepak bola profesional, FIFPro. ANTARA/Gilang Galiartha.)

Pantau - Federasi internasional perwakilan pemain sepak bola profesional dunia atau FIFPRO menyampaikan surat tuntutan kepada FIFA sebagai respons atas kekhawatiran terhadap tata kelola organisasi meski FIFA telah membatalkan usulan FIFA Forward Enterprise (FFE).

FIFPRO Soroti Tata Kelola FIFA

FIFPRO menyatakan persoalan tersebut tidak berhenti pada pembatalan FFE karena dinilai menyangkut penggunaan kewenangan di tingkat tertinggi dalam sepak bola dunia.

"Surat tersebut menjelaskan mengapa persoalan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegagalan tata kelola yang berdiri sendiri. Ini menyangkut pelaksanaan kewenangan dari jabatan dan posisi tertinggi dalam sepak bola dunia, serta bagaimana kewenangan tersebut digunakan," tulis FIFPRO.

Surat tuntutan itu ditandatangani Presiden FIFPRO bersama para presiden seluruh divisi regional, yakni FIFPRO Afrika, FIFPRO Asia/Oseania, FIFPRO Eropa, FIFPRO Amerika Selatan, serta FIFPRO Amerika Tengah dan Utara.

FIFPRO menilai pembatalan FFE memang mencegah lahirnya keputusan besar di sepak bola dunia, tetapi belum mampu memulihkan kepercayaan karena usulan serupa dinilai masih dapat muncul kembali.

"Kepercayaan tersebut kini telah rusak secara mendasar," tulis FIFPRO.

Tuntut Reformasi dan Perlindungan Struktural

FIFPRO meminta FIFA menerapkan perlindungan struktural melalui penguatan Global Social Dialogue Platform sebagai bagian permanen dalam tata kelola organisasi.

FIFPRO juga mengusulkan keterlibatan yang mengikat secara hukum bagi para pemangku kepentingan sepak bola profesional dalam pengambilan keputusan penting, termasuk kalender pertandingan internasional, perluasan kompetisi, dan kebijakan lain yang berdampak terhadap sepak bola profesional.

Selain itu, FIFPRO menuntut adanya hak suara bagi para pemangku kepentingan sepak bola profesional di Dewan FIFA dengan pengakuan resmi terhadap FIFPRO sebagai perwakilan global pesepak bola profesional.

"Ini bukan sekadar kegagalan tata kelola. Ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan presiden yang sangat serius," tulis FIFPRO.

Sementara itu, FIFA sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf, berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh, serta menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi nama baik dan reputasi organisasi setelah proyek FFE dihentikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf