
Pantau - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjadikan peningkatan kondisi fisik dan pematangan taktik sebagai fokus utama dalam pemusatan latihan atau training camp (TC) tim di Thailand.
Shin menilai kondisi fisik merupakan fondasi utama dalam sepak bola karena berpengaruh terhadap kemampuan pemain menjaga konsentrasi dan fokus sepanjang pertandingan.
"Dasar paling penting dalam sepak bola adalah fisik. Dengan kondisi fisik yang kuat, konsentrasi dan fokus pemain juga akan semakin baik. Jadi, fisik merupakan salah satu hal yang sangat penting," ungkap Shin.
Persija telah berada di Thailand sejak Senin dan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Kondisi Fisik Pemain Diperiksa secara Terperinci
Untuk meningkatkan kondisi pemain secara tepat, tim pelatih Persija telah melakukan pemeriksaan fisik terhadap setiap pemain.
Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari pengukuran kekuatan pemain, massa otot, hingga kadar lemak tubuh.
Data hasil pemeriksaan kemudian digunakan Shin dan tim pelatih sebagai dasar untuk menentukan materi serta porsi latihan fisik yang sesuai dengan kondisi masing-masing pemain.
Pendekatan tersebut membuat pemain tidak mendapatkan program secara seragam karena jenis dan beban latihan disesuaikan dengan kebutuhan individual.
"Dengan begitu, kami berharap bisa memaksimalkan kondisi fisik setiap pemain," kata Shin.
Meski memberikan perhatian besar terhadap fisik, pelatih asal Korea Selatan tersebut memastikan tidak akan memberikan beban latihan secara berlebihan.
Shin memilih meningkatkan kemampuan dan kondisi pemain secara bertahap sekaligus menekan risiko cedera selama menjalani latihan intensif.
"Kami berharap para pemain bisa menjalani pemusatan latihan ini dengan baik tanpa mengalami cedera," ungkapnya.
Piala Presiden Batasi Waktu Latihan Taktik
Selain fisik, Shin memanfaatkan TC di Thailand untuk membangun dan mematangkan taktik dasar Persija.
Menurut Shin, Persija sebelumnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalani latihan taktik karena secara mendadak mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
Dalam rencana awal, Persija sebenarnya akan menurunkan tim Elite Pro Academy (EPA) U20 pada Piala Presiden 2026 karena tim senior dijadwalkan berangkat ke Thailand lebih awal.
Namun, keikutsertaan tim senior dalam turnamen tersebut membuat waktu yang tersedia untuk mempersiapkan aspek taktik menjadi terbatas.
"Karena itu, pemusatan latihan ini kami fokuskan untuk membangun kondisi fisik dasar dan taktik dasar tim. Kemarin, dengan adanya turnamen Piala Presiden, kami memang tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih taktik. Jadi, TC kali ini fokus pada taktik dasar dan fisik dasar pemain," kata Shin.
Persija Jalani Latihan Dua Kali Sehari
Selama berada di Thailand, Persija menjalani program latihan dengan intensitas dua kali dalam sehari untuk membangun dua fondasi tersebut.
Sesi pagi diarahkan pada latihan penguatan dan peningkatan kondisi fisik, sedangkan latihan sore digunakan untuk membangun serta mematangkan taktik permainan tim.
"Sekarang kami sudah berada di Thailand dan akan menjalani latihan dua kali sehari. Pada pagi hari kami fokus pada latihan penguatan, sedangkan sore hari kami fokus pada latihan taktik tim," jelas Shin.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Shin membangun fondasi Persija secara menyeluruh dengan tetap mempertimbangkan kondisi individual pemain dan menghindari pemberian beban latihan berlebihan.
Shin Tae-yong merupakan mantan pelatih tim nasional Indonesia yang menangani skuad Garuda selama sekitar lima tahun sebelum kemudian menjadi pelatih Persija Jakarta.
- Penulis :
- Shila Glorya



