
Pantau - Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan terbuka untuk berdialog mengenai reformasi tata kelola dan proses pengambilan keputusan di badan sepak bola dunia tersebut dengan melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, serta pemangku kepentingan.
Infantino mengusulkan konsultasi untuk membahas kemungkinan perubahan, termasuk pembagian kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis FIFA.
"Saya tidak ingin mendahului pembahasan tersebut. Mereka yang mendukung model tertentu harus memiliki kesempatan untuk menyampaikan argumennya secara jelas," tulis Infantino dalam surat kepada Dewan FIFA dan 211 presiden asosiasi anggota, seperti dilaporkan The Athletic pada Selasa (22/9/2026).
FIFA Bisa Libatkan Peninjau Independen
Infantino mengusulkan peninjauan eksternal secara independen terhadap kerangka tata kelola FIFA untuk menghasilkan rekomendasi terkait proses pengambilan keputusan organisasi.
"Pertama, saya akan meminta Dewan apakah mereka ingin menugaskan peninjauan eksternal independen terhadap kerangka tata kelola FIFA saat ini untuk inisiatif strategis utama dan merekomendasikan perbaikan yang diperlukan," tulisnya.
Dialog tersebut akan membahas pembagian kewenangan antara Presiden FIFA, Biro, Dewan, dan Kongres dalam mengambil keputusan strategis.
Salah satu gagasan yang muncul adalah keputusan strategis harus mendapatkan persetujuan bulat Biro FIFA, sementara usulan lain menginginkan persoalan tersebut langsung dibawa kepada Kongres dan seluruh asosiasi anggota.
Masukan dari anggota FIFA yang diterima sebelum rapat Dewan pada 15 Oktober 2026 dapat dibahas dalam pertemuan tersebut.
Jika dialog menghasilkan usulan perubahan terhadap statuta FIFA, perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan Kongres FIFA.
Proposal Penjualan Saham Hak Komersial Ditarik
Wacana reformasi muncul setelah rencana penjualan 20 persen saham hak komersial FIFA, termasuk hak komersial Piala Dunia, kepada investor swasta mendapat penolakan.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada Juli 2026 setelah mendapat penolakan dan ancaman boikot.
Infantino mengatakan proposal itu sebelumnya dimaksudkan untuk mengkaji kemungkinan memperoleh tambahan dana bagi pengembangan sepak bola melalui penjualan saham minoritas pada perusahaan komersial yang dikendalikan FIFA.
"Itu tetap merupakan sebuah proposal, bukan keputusan, dan selalu bergantung pada persetujuan yang diperlukan dari Dewan dan Asosiasi Anggota. Proposal tersebut kini telah ditarik dan tidak akan dilanjutkan," tulis Infantino.
UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF kemudian menyerukan perubahan dalam kepemimpinan FIFA.
Infantino dijadwalkan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA pada Maret 2027 di Rabat.
Di tengah pembahasan tata kelola tersebut, Infantino mengatakan sikap setiap asosiasi anggota terhadap proposal maupun persoalan kelembagaan tidak akan memengaruhi perlakuan FIFA kepada mereka.
"Tidak ada asosiasi yang perlakuannya akan bergantung pada posisi mereka terhadap proposal atau persoalan kelembagaan apa pun," tulisnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




