
Pantau - Pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni menilai Timnas Indonesia berada dalam posisi lebih menguntungkan dibandingkan tim lain pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober.
Menurut Kusnaeni, keuntungan Indonesia berasal dari kesempatan menurunkan skuad penuh sekaligus status sebagai tuan rumah turnamen.
“Karena bisa menurunkan skuad penuh, selain juga menjadi tuan rumah,” kata Kusnaeni di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Indonesia Bisa Turunkan Skuad Penuh
Kusnaeni menilai FIFA ASEAN Cup memiliki nilai dan prestise lebih besar dibandingkan turnamen regional seperti Piala AFF karena masuk dalam kalender resmi FIFA sehingga klub berkewajiban melepas pemain untuk memperkuat tim nasional.
Kondisi tersebut memungkinkan Indonesia menurunkan pemain utama, termasuk mereka yang berkarier di kompetisi Eropa.
Situasi itu berbeda dengan Piala AFF yang kerap membuat Indonesia tidak dapat diperkuat seluruh pemain terbaik karena turnamen tersebut berada di luar kalender FIFA.
“Jadi sekarang kalau kita bikin tier, (Piala AFF) ini sudah jadi tier 2, tier 1-nya ini FIFA ASEAN Cup,” kata dia.
Menurut Kusnaeni, kesempatan menurunkan kekuatan terbaik memberikan keuntungan bagi Indonesia karena kualitas dan pengalaman pemain yang berkompetisi di luar negeri dapat memperkuat skuad asuhan John Herdman.
Dukungan Suporter Jadi Keuntungan Tuan Rumah
Indonesia juga memiliki keuntungan sebagai tuan rumah karena dapat bertanding di hadapan pendukung sendiri.
Kusnaeni menilai dukungan suporter dapat memberikan tambahan motivasi kepada Ole Romeny dan kawan-kawan untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.
“Dukungan penonton kan yang tidak dipunyai oleh negara lain kan ada di kita,” ujarnya.
Indonesia akan menjalani turnamen di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Rizky Ridho dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober.
Hasil pertandingan fase grup akan menentukan langkah Indonesia menuju babak berikutnya dalam turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




