
Pantau - Persipura Jayapura menaklukkan De Red FC dengan skor 3-1 setelah strategi bertahan menjadi kunci saat tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus bermain dengan 10 pemain pada laga Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027.
Pelatih Persipura Regi A. Yonathan menerapkan perubahan strategi pada babak kedua dalam pertandingan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026) malam.
Persipura Terapkan Pertahanan Blok Rendah
“Babak kedua saya sedikit mengubah untuk kita bermain low block defense karena kekurangan jumlah pemain, tentunya kami harus lebih bijaksana bagaimana saat bermain,” kata Regi.
Strategi low block defense diterapkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus membuka peluang serangan balik ketika De Red unggul jumlah pemain.
Regi menempatkan Kelly Sroyer di sektor sayap untuk mengantisipasi serangan sekaligus menjadi sasaran ketika Persipura membangun serangan balik.
Gunansar Mandowen turut disiapkan untuk menjalankan peran serupa dalam membantu skema serangan balik Persipura.
“Saya pikir, dengan sepuluh pemain tadi, strategi dan taktik saya bisa berjalan bukan karena saya saja, tetapi juga karena kinerja pemain yang begitu luar biasa juga,” ujarnya.
Regi menilai kemenangan tersebut menjadi hasil positif setelah Persipura melewati beberapa pekan dengan permainan dan kepercayaan diri yang belum optimal.
“Kemenangan hari ini bukan akhir dari segalanya, masih banyak pertandingan yang harus kami taklukkan dan banyak hal yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Dukungan Masyarakat Papua Jadi Motivasi
Pemain Persipura Yeter Amohoso mengatakan dukungan keluarga dan masyarakat Papua turut memberikan kekuatan kepada para pemain meski harus menjalani pertandingan di luar Jayapura.
“Berkat doa dari keluarga dan masyarakat Papua, kami bisa mendapatkan kekuatan dan motivasi untuk pertandingan ini,” tuturnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




