HOME  ⁄  Sepakbola

Persela Lamongan Gagal Rebut Puncak Klasemen Setelah Deltras Sidoarjo Samakan Skor 1-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Persela Lamongan Gagal Rebut Puncak Klasemen Setelah Deltras Sidoarjo Samakan Skor 1-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Foto: Pesepak bola Persela Lamongan Danil Goncalves (kanan) berduel udara dengan pesepak bola Deltras Sidoarjo dalam pertandingan pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (11/10/2026). Persela ditahan imbang Deltras 1-1.

Pantau - Persela Lamongan gagal mengambil alih puncak klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 setelah ditahan imbang Deltras Sidoarjo dengan skor 1-1 pada pertandingan pekan kelima di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (11/10/2026).

Persela sempat unggul melalui tendangan penalti Juninho Cabral pada menit ke-51, tetapi kemenangan tuan rumah buyar setelah Achmad Dwi Firmansyah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-87.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Persela karena Deltras harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah I Komang Ananta Krisna Putra menerima kartu merah.

Tambahan satu poin membuat Deltras tetap memimpin klasemen sementara Grup B dengan 13 poin dari lima pertandingan, sedangkan Persela menempati peringkat kedua dengan 12 poin.

Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti mengaku kecewa karena timnya gagal mempertahankan keunggulan meskipun memiliki keuntungan jumlah pemain.

“Tentu kecewa dan minta maaf kepada fans Persela. Ini hasil yang tidak kami inginkan, tetapi inilah sepak bola,” kata Bima Sakti seusai pertandingan.

Deltras Kehilangan Satu Pemain Setelah Kartu Merah Menit Ke-37

Pertandingan Persela Lamongan melawan Deltras Sidoarjo berlangsung dengan tekanan dari tuan rumah yang berusaha meraih kemenangan di hadapan pendukungnya.

Persela mendapatkan keuntungan jumlah pemain setelah bek Deltras, I Komang Ananta Krisna Putra, melakukan pelanggaran terhadap gelandang Hambali Tolib.

Wasit memberikan kartu merah kepada I Komang Ananta Krisna Putra pada menit ke-37 setelah pemain tersebut menyikut Hambali.

Keputusan tersebut membuat Deltras harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain sejak babak pertama.

Persela berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan ke pertahanan tim tamu.

Namun, Deltras tetap mampu memberikan perlawanan dan menjaga pertandingan berlangsung ketat.

Penalti Juninho Cabral Bawa Persela Unggul 1-0

Memasuki babak kedua, Persela Lamongan akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan penalti.

Peluang tersebut diperoleh setelah Hambali Tolib dilanggar di dalam kotak penalti Deltras pada menit ke-51.

Juninho Cabral yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dan membawa Persela unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Persela berada dalam posisi menguntungkan untuk meraih tiga poin sekaligus mengambil alih puncak klasemen sementara Grup B.

Dengan keunggulan jumlah pemain, Persela memiliki kesempatan untuk mempertahankan penguasaan permainan dan menambah gol.

Namun, tuan rumah gagal memaksimalkan kondisi tersebut untuk memastikan kemenangan lebih awal.

Deltras tetap berusaha mencari peluang melalui strategi serangan balik meskipun bermain dengan satu pemain lebih sedikit.

Gol Menit Ke-87 Achmad Dwi Firmansyah Gagalkan Kemenangan Persela

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Deltras Sidoarjo berhasil mencetak gol yang mengubah hasil pertandingan.

Achmad Dwi Firmansyah menjadi penyelamat tim tamu setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-87.

Gol tersebut tercipta melalui tendangan melengkung yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persela, Rafli Mahreza.

Kedudukan berubah menjadi 1-1 ketika waktu normal pertandingan hanya menyisakan sekitar tiga menit.

Gol Achmad Dwi Firmansyah membuat Persela kehilangan kesempatan meraih kemenangan di kandang sendiri.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir dan kedua tim harus berbagi satu poin.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan catatan Persela yang tidak kebobolan dalam empat pertandingan awal musim.

Bima Sakti Kecewa, Minta Pemain Persela Segera Bangkit

Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan menghadapi Deltras Sidoarjo.

Menurutnya, hasil imbang tersebut tidak sesuai dengan target tim yang ingin meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Persela sebenarnya memiliki keuntungan setelah lawan kehilangan satu pemain sejak babak pertama.

Namun, keunggulan jumlah pemain dan gol pada awal babak kedua tidak cukup untuk mengamankan tiga poin.

Bima Sakti meminta seluruh pemain menjadikan hasil pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi.

Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak kehilangan semangat dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Persela masih memiliki kesempatan bersaing di papan atas klasemen meskipun gagal mengambil alih posisi pertama pada pekan kelima.

Pelatih Deltras Puji Ketenangan Pemain Meski Bermain dengan 10 Orang

Sementara itu, pelatih Deltras Sidoarjo Leonard Tupamahu mengaku bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin dari Stadion Surajaya.

Leonard menilai para pemain berhasil menjalankan strategi yang telah dipersiapkan meskipun menghadapi tekanan dari Persela.

“Ini hasil pertandingan yang sangat penting bagi kami. Pemain tetap tenang dan menjalankan strategi yang sudah kami rencanakan,” katanya.

Ia mengakui Persela tampil agresif dengan dukungan penuh suporter tuan rumah sehingga pertandingan menjadi sulit bagi Deltras.

Meski demikian, para pemain Deltras mampu menjaga konsentrasi dan memanfaatkan kesempatan melalui serangan balik.

Keberhasilan mencetak gol pada menit ke-87 memastikan Deltras terhindar dari kekalahan sekaligus mempertahankan posisi teratas klasemen.

Deltras Tetap Puncaki Klasemen Grup B dengan 13 Poin

Hasil imbang 1-1 membuat Deltras Sidoarjo tetap berada di puncak klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/2027.

Deltras mengumpulkan 13 poin dari lima pertandingan yang telah dijalani.

Persela Lamongan berada tepat di bawahnya dengan koleksi 12 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Selisih satu poin membuat persaingan kedua tim di papan atas klasemen masih berlangsung ketat.

Bagi Persela, kegagalan mempertahankan keunggulan juga mengakhiri catatan empat pertandingan beruntun tanpa kebobolan.

Sementara bagi Deltras, keberhasilan menyamakan kedudukan meski bermain dengan 10 pemain menjadi hasil penting untuk mempertahankan posisi teratas Grup B.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026