
Pantau - PSM Makassar berhasil mengalahkan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam pertandingan kompetisi Super League di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Kemenangan PSM Makassar ditentukan melalui dua gol pada babak kedua yang dicetak Fahrul Aditia pada menit ke-50 dan Stevan Jevtoski pada menit ke-65.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti Ze Valente pada menit ke-82 setelah PSM kehilangan Dusan Lagator akibat kartu merah.
Meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-79, PSM Makassar mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic menilai kemenangan tersebut tidak terlepas dari peningkatan semangat bertanding, keinginan meraih kemenangan, dan keberanian pemain mengambil inisiatif dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan PSS Sleman.
PSM Makassar Cetak Dua Gol pada Babak Kedua
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar berlangsung ketat sejak babak pertama dengan kedua tim berusaha menciptakan peluang untuk membuka keunggulan.
PSM Makassar mampu menghasilkan sejumlah kesempatan mencetak gol, tetapi belum berhasil memaksimalkannya sepanjang 45 menit pertama.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan masih imbang tanpa gol dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, PSM Makassar meningkatkan efektivitas serangan dan mulai mampu membongkar pertahanan tuan rumah.
Pada menit ke-50, Fahrul Aditia berhasil mencetak gol pembuka melalui tendangan kaki kiri yang mengarah ke gawang PSIM Yogyakarta.
Gol tersebut membawa PSM Makassar unggul 1-0 sekaligus mengubah jalannya pertandingan setelah kedua tim bermain imbang pada babak pertama.
PSM Makassar kemudian kembali menambah keunggulan pada menit ke-65 melalui gol yang dicetak Stevan Jevtoski.
Gol Jevtoski membuat tim tamu memperbesar keunggulan menjadi 2-0 atas PSIM Yogyakarta.
Keunggulan dua gol tersebut menempatkan PSM Makassar dalam posisi menguntungkan untuk mengamankan kemenangan di kandang lawan.
Dusan Lagator Kartu Merah, PSIM Perkecil Ketertinggalan Lewat Penalti
Situasi pertandingan berubah ketika PSM Makassar harus kehilangan salah satu pemainnya pada menit ke-79.
Dusan Lagator menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti PSM Makassar.
Pelanggaran tersebut membuat PSM harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain sekaligus memberikan kesempatan kepada PSIM Yogyakarta melalui tendangan penalti.
Pada menit ke-82, Ze Valente berhasil menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti dan mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan PSIM menjadi 1-2.
Gol tersebut membuka peluang bagi tuan rumah untuk mengejar hasil imbang pada sisa waktu pertandingan.
Dengan keunggulan jumlah pemain, PSIM Yogyakarta berusaha meningkatkan tekanan terhadap pertahanan PSM Makassar.
Namun, upaya tuan rumah untuk mencetak gol penyama kedudukan tidak membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.
PSM Makassar akhirnya memastikan kemenangan 2-1 meskipun harus menghadapi tekanan dengan sepuluh pemain pada menit-menit akhir.
Darije Kalezic Ungkap Evaluasi PSM Setelah Kalah dari PSS Sleman
Seusai pertandingan, Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan motivasi kepada para pemain untuk memperbaiki penampilan setelah mengalami kekalahan dari PSS Sleman.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut menilai penampilan PSM pada pertandingan sebelumnya belum menunjukkan kualitas yang diharapkan.
Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang harus diperbaiki, yakni semangat bertanding, keinginan memenangkan pertandingan, dan keberanian mengambil inisiatif permainan.
"Kita tidak bisa memberikan performa yang sama lagi seperti yang kita tunjukkan melawan Sleman. Tidak ada semangat, tidak ada kemauan memenangkan pertandingan, dan tidak ada pengambilan inisiatif di pertandingan tersebut," kata dia dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Sultan Agung, Jumat.
Kalezic menegaskan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi perhatian utama dalam persiapan menghadapi PSIM Yogyakarta.
Ia meminta para pemain menunjukkan perubahan sikap dan kualitas permainan agar PSM mampu kembali tampil sesuai standar yang diinginkan.
Menurut Kalezic, para pemain berhasil menunjukkan peningkatan pada pertandingan melawan PSIM dengan memperlihatkan semangat, kemauan meraih kemenangan, dan keberanian mengambil inisiatif.
"Kita percaya, kalau kita mempunyai ketiga hal ini dalam pertandingan melawan PSIM, maka kita akan bisa kembali ke level permainan yang kita inginkan, level performa yang kita inginkan," kata dia.
Perubahan penampilan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu PSM Makassar meraih kemenangan atas tuan rumah.
Kalezic Sebut PSM Seharusnya Unggul 2-0 Sejak Babak Pertama
Darije Kalezic menilai PSM Makassar mampu mengontrol jalannya pertandingan selama 90 menit dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke gawang PSIM Yogyakarta.
Menurutnya, PSM sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol, terutama pada babak pertama.
Sejumlah peluang yang diperoleh tim tamu dinilai cukup baik untuk menghasilkan keunggulan sebelum memasuki ruang ganti.
"Beberapa peluang dan harusnya di babak pertama setelah kita masuk ke ruang ganti, kita harusnya bisa memimpin 2-0," kata dia.
Meski gagal memanfaatkan peluang pada babak pertama, PSM akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui gol Fahrul Aditia pada awal babak kedua.
Gol tambahan Stevan Jevtoski kemudian memperbesar keunggulan sebelum PSIM memperkecil ketertinggalan melalui penalti Ze Valente.
Kalezic menilai PSM Makassar layak meraih kemenangan karena para pemain mampu menunjukkan semangat bertanding dan daya juang yang lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Keberhasilan mempertahankan keunggulan meskipun kehilangan satu pemain juga menjadi bagian penting dari kemenangan tim tamu.
Kemenangan atas PSIM Jadi Kebangkitan PSM Makassar
Hasil positif di Stadion Sultan Agung menjadi kemenangan penting bagi PSM Makassar setelah sebelumnya mengalami kekalahan dari PSS Sleman.
Dalam pertandingan tersebut, PSM berhasil menunjukkan peningkatan permainan melalui keberanian mengambil inisiatif dan efektivitas serangan pada babak kedua.
Dua gol yang dicetak Fahrul Aditia dan Stevan Jevtoski menjadi penentu kemenangan tim tamu meskipun PSIM sempat memperkecil ketertinggalan.
Pertahanan PSM Makassar juga mampu menjaga keunggulan ketika harus menghadapi tekanan tuan rumah dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta sekaligus menjadi hasil positif bagi skuad asuhan Darije Kalezic dalam upaya mempertahankan kualitas permainan dan semangat bertanding pada kompetisi Super League.
- Penulis :
- Leon Weldrick




