
Pantau - Persija Jakarta dijatuhi sanksi larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang selama setengah musim Super League 2026/2027 serta denda total Rp90 juta menyusul kerusuhan saat menghadapi Persita Tangerang pada pekan kelima kompetisi.
Direktur I-League selaku penyelenggara Super League, Ferry Paulus, mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Hukuman terhadap Macan Kemayoran diputuskan melalui sidang Komisi Disiplin (Komdis) yang berlangsung selama dua hari karena pembahasan kasus dinilai cukup alot.
Ferry menjelaskan bahwa larangan kehadiran suporter Persija berlaku khusus untuk pertandingan tandang dalam kompetisi Super League selama periode setengah musim.
"Nah, dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari, di mana khusus Persija, ya, ini dilarang untuk datang ke pertandingan away selama setengah musim," kata Ferry Paulus.
Selain larangan kehadiran suporter, Persija juga mendapatkan dua sanksi denda masing-masing Rp30 juta dan Rp60 juta akibat keributan serta penggunaan suar di tribune penonton.
Ferry sekaligus memastikan bahwa Persija tidak mendapatkan hukuman pengurangan poin sebagaimana informasi yang sempat beredar di media sosial.
Suporter Persija Dilarang Hadiri Enam Pertandingan Tandang
Ferry Paulus menjelaskan bahwa keputusan Komdis melarang kehadiran suporter Persija dalam seluruh pertandingan tandang yang dijalani klub selama periode setengah musim.
Berdasarkan jumlah pertandingan yang masuk dalam cakupan hukuman, terdapat enam laga tandang yang harus dijalani Persija tanpa kehadiran suporternya.
Larangan tersebut diberlakukan menyusul insiden kerusuhan yang terjadi ketika Persita Tangerang menjamu Persija Jakarta pada pekan kelima Super League musim 2026/2027.
"Ya. Memang jumlah pertandingannya adalah enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini dilarang Persija untuk hadir di semua partai away yang Persija akan hadiri, ya, khusus di Super League. Kemudian, selain daripada itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta," imbuhnya.
Ferry menegaskan bahwa pembatasan kehadiran suporter tersebut secara khusus berlaku dalam kompetisi Super League.
Dengan keputusan ini, pendukung Macan Kemayoran tidak diperbolehkan menghadiri enam pertandingan tandang yang termasuk dalam masa berlaku sanksi.
Hukuman tersebut menjadi bagian dari keputusan disiplin penyelenggara kompetisi setelah mengevaluasi insiden yang mengganggu jalannya pertandingan Persita melawan Persija.
Persija Didenda Rp90 Juta akibat Kerusuhan dan Penggunaan Suar
Selain larangan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang, Komdis menjatuhkan sanksi finansial kepada Persija Jakarta dengan total mencapai Rp90 juta.
Denda tersebut terdiri atas dua jenis pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan menghadapi Persita Tangerang.
Persija dikenai denda sebesar Rp30 juta terkait keributan suporter yang terjadi selama pertandingan berlangsung.
Sementara itu, denda tambahan sebesar Rp60 juta dijatuhkan akibat pelanggaran berupa penggunaan benda berbahaya, yakni suar atau flare, di area tribune penonton.
Dengan demikian, total kewajiban pembayaran denda yang harus ditanggung Persija dari kedua pelanggaran tersebut mencapai Rp90 juta.
Penggunaan suar dan keributan di tribune menjadi bagian dari pelanggaran yang mendapat perhatian Komdis karena berkaitan dengan keamanan serta kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Keputusan tersebut sekaligus memastikan bahwa hukuman yang diterima Persija tidak hanya berupa pembatasan kehadiran suporter, tetapi juga sanksi finansial.
Kerusuhan Suporter Bikin Babak Kedua Persita Vs Persija Tertunda 31 Menit
Insiden yang menjadi dasar penjatuhan sanksi terjadi dalam pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027 ketika Persita Tangerang bertindak sebagai tuan rumah menghadapi Persija Jakarta.
Kericuhan suporter terjadi menjelang dimulainya babak kedua sehingga mengganggu kelancaran pertandingan.
Situasi tersebut membuat wasit memutuskan menunda dimulainya babak kedua hingga kondisi memungkinkan pertandingan kembali dilanjutkan.
Berdasarkan jadwal semula, babak kedua pertandingan Persita melawan Persija seharusnya dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Namun, akibat kericuhan yang terjadi, pertandingan baru dapat kembali bergulir pada pukul 20.31 WIB.
Dengan demikian, pertandingan mengalami penundaan sekitar 31 menit dari jadwal yang telah ditentukan.
Insiden tersebut menjadi perhatian penyelenggara Super League karena berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan melibatkan persoalan keamanan di area tribune.
Keributan suporter serta penggunaan suar kemudian menjadi dasar pemberian sanksi disiplin kepada Persija Jakarta.
Ferry Paulus Bantah Persija Mendapat Hukuman Pengurangan Poin
Di tengah pengumuman sanksi tersebut, Ferry Paulus turut memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan hukuman pengurangan poin terhadap Persija Jakarta.
Ferry memastikan bahwa kabar mengenai pengurangan poin bagi Macan Kemayoran akibat kerusuhan suporter tidak benar.
Menurut penjelasannya, keputusan Komdis tidak mencantumkan hukuman pengurangan poin terhadap Persija dalam kasus tersebut.
Sanksi yang dijatuhkan hanya mencakup larangan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang serta denda akibat pelanggaran yang terjadi.
Dengan demikian, Persija tetap tidak mendapatkan pengurangan poin berdasarkan keputusan disiplin yang diumumkan Ferry.
Klub ibu kota tersebut harus menjalani enam pertandingan tandang tanpa kehadiran suporter selama setengah musim Super League 2026/2027.
Selain itu, Persija wajib menanggung total denda Rp90 juta yang terdiri atas Rp30 juta akibat keributan suporter dan Rp60 juta terkait penggunaan suar di tribune penonton.
Keputusan Komdis tersebut menjadi tindak lanjut atas insiden kerusuhan dalam pertandingan Persita melawan Persija yang sempat menyebabkan penundaan babak kedua selama 31 menit.
- Penulis :
- Arian Mesa




