HOME  ⁄  Sepakbola

Barcelona Resmi Laporkan PSG ke UEFA Gara-Gara Tifo Gergaji Mesin Berdarah yang Dianggap Provokasi Kekerasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Barcelona Resmi Laporkan PSG ke UEFA Gara-Gara Tifo Gergaji Mesin Berdarah yang Dianggap Provokasi Kekerasan
Foto: (Sumber :Gambar tifo Paris Saint-Germain saat pertandingan Liga Champions 2026/2027 melawan Barcelona di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu (22/10/2026). (Lavanguardia.com).)

Pantau - Barcelona resmi melaporkan Paris Saint-Germain (PSG) kepada UEFA setelah suporter klub asal Prancis tersebut membentangkan tifo bergambar sosok bertopeng membawa gergaji mesin berlumuran darah yang menghancurkan lambang Barcelona dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu (21/10/2026) WIB.

Klub asal Katalunya itu mengecam keras koreografi suporter PSG karena dinilai mengandung unsur kekerasan dan menyampaikan pesan provokatif yang bertentangan dengan nilai sportivitas dalam sepak bola.

Barcelona menilai aksi tersebut telah melampaui batas rivalitas antarklub dan berpotensi memicu kebencian di lingkungan olahraga.

“Gambar-gambar tersebut sangat mengganggu dan menyampaikan pesan yang memicu kekerasan serta kebencian dalam olahraga,” demikian pernyataan resmi Barcelona yang dikutip dari BBC.

Laporan kepada UEFA diajukan karena Barcelona menganggap penggunaan simbol kekerasan dalam koreografi suporter tidak dapat dibenarkan, sekalipun dilakukan untuk memberikan dukungan kepada tim tuan rumah.

Tifo Gergaji Mesin Berdarah Suporter PSG Picu Kecaman Barcelona

Kontroversi bermula ketika suporter Paris Saint-Germain menampilkan koreografi visual atau tifo berukuran besar dalam pertandingan menghadapi Barcelona di Liga Champions.

Gambar tersebut memperlihatkan sosok bertopeng yang menggunakan gergaji mesin untuk menghancurkan logo Barcelona.

Bagian gergaji mesin dalam koreografi itu digambarkan berlumuran darah sehingga menimbulkan kesan kekerasan terhadap identitas klub tamu.

Tidak hanya menampilkan gambar provokatif, suporter PSG juga menggunakan efek piroteknik untuk menciptakan ilusi percikan api dari gergaji mesin tersebut.

Penggunaan efek visual itu membuat koreografi semakin menyerupai adegan penghancuran lambang Barcelona menggunakan benda berbahaya.

Barcelona menilai penggunaan gambar dan simbol tersebut tidak sesuai dengan semangat persaingan sehat yang seharusnya dijunjung tinggi dalam pertandingan sepak bola.

“Kami meyakini bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang bagi persaingan yang sehat, rasa saling menghormati, dan kecintaan terhadap permainan, tanpa pesan yang mendorong kebencian atau kekerasan,” sebut Barcelona.

Klub berjuluk Blaugrana itu menegaskan bahwa rivalitas antartim seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menampilkan pesan yang berpotensi memicu tindakan kekerasan.

Barcelona Bawa Kasus ke UEFA, PSG Berpotensi Terkena Sanksi Disiplin

Barcelona memilih membawa persoalan tersebut kepada UEFA sebagai otoritas penyelenggara kompetisi sepak bola antarklub Eropa.

Langkah itu dilakukan karena koreografi suporter PSG dinilai berpotensi melanggar ketentuan disiplin yang berlaku dalam pertandingan resmi UEFA.

Berdasarkan laporan BBC, Pasal 16 Regulasi Disiplin UEFA mengatur larangan penggunaan gestur, kata-kata, benda, maupun sarana lainnya untuk menyampaikan pesan provokatif yang tidak pantas dalam kegiatan olahraga.

Ketentuan tersebut dapat menjadi dasar penerapan sanksi disiplin apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

Barcelona menilai tifo yang menampilkan gergaji mesin berlumuran darah dan penghancuran lambang klub merupakan bentuk pesan yang tidak sejalan dengan nilai penghormatan serta permainan adil atau fair play.

Meski demikian, belum ada informasi mengenai keputusan UEFA terkait laporan Barcelona maupun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada PSG.

Penanganan kasus tersebut bergantung pada penilaian UEFA terhadap bukti dan ketentuan disiplin yang berlaku.

PSG Hantam Barcelona 4-2 di Tengah Kontroversi Tifo

Di tengah kontroversi koreografi suporter, Paris Saint-Germain berhasil meraih kemenangan 4-2 atas Barcelona dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027.

PSG tampil efektif dengan mencetak empat gol melalui Desire Doue, Lucas Hernandez, Vitinha, dan Fabian Ruiz.

Sementara itu, Barcelona sempat memberikan perlawanan dengan dua kali menyamakan kedudukan melalui gol Xavi Espart dan Lamine Yamal.

Namun, Blaugrana gagal mempertahankan momentum permainan sehingga harus mengakui keunggulan tuan rumah hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut membuat PSG mempertahankan catatan sempurna di Liga Champions musim ini dengan mengoleksi tiga kemenangan dari tiga pertandingan.

Sebaliknya, kekalahan 2-4 menjadi hasil negatif pertama Barcelona sepanjang musim 2026/2027.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan rentetan 11 kemenangan beruntun Barcelona di seluruh kompetisi.

Pertandingan yang seharusnya menjadi sorotan karena persaingan dua klub papan atas Eropa itu turut diwarnai kontroversi akibat aksi suporter tuan rumah.

Barcelona Bersiap Hadapi Real Madrid, PSG Alihkan Fokus ke Liga Prancis

Setelah pertandingan melawan PSG, Barcelona harus segera mengalihkan perhatian menuju pertandingan penting berikutnya di kompetisi domestik.

Blaugrana dijadwalkan menghadapi rival abadinya, Real Madrid, dalam pertandingan El Clasico pada lanjutan Liga Spanyol 2026/2027, Senin (26/10/2026) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan Barcelona untuk kembali meraih hasil positif setelah mengalami kekalahan pertama musim ini.

Namun, Barcelona juga harus menghadapi persoalan kebugaran pemain setelah Dani Olmo mengalami cedera otot paha kiri dalam pertandingan melawan PSG.

Gelandang asal Spanyol tersebut diperkirakan harus menjalani pemulihan selama sekitar satu bulan sehingga dipastikan absen menghadapi Real Madrid.

Sementara itu, PSG dijadwalkan melanjutkan pertandingan domestik dengan menghadapi Lyon dalam lanjutan Liga Prancis 2026/2027 pada akhir pekan.

Di luar persiapan kedua tim, laporan Barcelona terkait kontroversi tifo suporter PSG masih menjadi persoalan yang menunggu tindak lanjut dari UEFA.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026